Cetak Kinerja Apik, Laba DBS Group Melonjak 44% di Tahun 2021



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Grup DBS menandai momentum bisnis yang kuat setelah labanya naik ke rekor sepanjang 2021 lalu. Hal tersebut memperkuat pemulihan bagi perbankan terbesar di Asia Tenggara ini, seiring pulihnya ekonomi yang dilanda pandemi dan mendorong pertumbuhan pinjaman dan kualitas aset.

Mengutip Reuters (14/2), laba DBS Singapura melonjak 44% menjadi S$ 6,8 miliar di sepanjang tahun 2021. Kenaikan laba ini didorong kredit yang naik 9% dalam pinjaman dan tertinggi dalam tujuh tahun.

Adapun, lonjakan penyaluran kredit DBS ini ditopang oleh kenaikan pinjaman di sektor wealth management dan biaya layanan transaksi perbankan yang akhirnya mengimbangi dampak dari suku bunga yang rendah.


Untuk tahun ini, DBS diharapkan menjadi penerima manfaat besar dari kenaikan suku bunga, ketika ekonomi Singapura diperkirakan tumbuh 3% hingga 5% di tahun 2022. Pertumbuhan ekonomi itu juga bakal menjadi laju ekonomi tahunan tercepat dalam lebih dari satu dekade.

Meskipun secara kinerja tahunan positif, DBS mengatakan laba bersih untuk periode Oktober-Desember hanya naik menjadi S$ 1,39 miliar setara US$ 1,03 miliar. Capaian tersebut 18% lebih rendah dari laba di kuartal III-2021 karena terkena penurunan 41% dalam pendapatan non-bunga.

Baca Juga: DBS Sepakat Membeli Bisnis Ritel Citi di Taiwan Senilai US$ 706,6 Juta

Tak hanya itu, hasilnya pun meleset dari perkiraan rata-rata analis yaitu S$ 1,47 miliar. Saham DBS turun 0,6% pada perdagangan Senin pagi.

Krishna Guha, analis di Jefferies mengatakan bahwa sementara laba kuartal keempat DBS sedikit di bawah perkiraan karena pendapatan non-bunga yang lebih rendah dari yang diharapkan, pertumbuhan metrik pendapatan lainnya "luar biasa."

"Kami menantikan tahun mendatang dengan neraca yang dikelola dengan hati-hati yang siap untuk mendapatkan keuntungan dari kenaikan suku bunga," kata CEO DBS Piyush Gupta yang menambahkan bahwa bank mengharapkan pinjaman naik satu digit atau lebih baik di tahun ini.

Bulan lalu, DBS juga mencapai kesepakatan untuk membayar S$ 956 juta untuk membeli bisnis konsumen Citigroup di Taiwan, karena menopang akuisisi regional untuk pertumbuhan listrik.

Didukung oleh prospek yang membaik untuk bank, investor telah mendorong saham perbankan di Singapura pada tahun ini, dengan DBS dan saingannya UOB, diperdagangkan mendekati rekor tertinggi.

Editor: Anna Suci Perwitasari