Cetak Kinerja Solid, EBITDA COIN Naik 156% pada 2025



KONTAN.CO.ID - Jakarta, 31 Maret 2026 PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) menutup tahun buku 2025 dengan kinerja keuangan yang positif. Sebagai emiten ekosistem perdagangan aset kripto pertama di Bursa EfekIndonesia(BEI),COINmencatatkan pertumbuhan pada pos laba dan pendapatan, sejalan dengan tren pemulihan pasar aset kripto sepanjang tahun tersebut.

Kinerja solid ini tercermin dari kenaikan pendapatan Perseroan yang mencatatkan pertumbuhan menjadi Rp284,75 miliar pada 2025 atau meningkat 181,12% dari tahun 2024. Sepanjang 2025, segmen perdagangan derivatif berhasil mencatatkan pertumbuhan yang signifikan. Tercatat, pendapatan dari segmen derivatif naik signifikan, yakni 7.623% secara Year on Year (YoY) menjadi Rp59,39 miliar, dan memberikan kontribusi sebesar 21,13% terhadap keseluruhan total pendapatan.

Seiring dengan kenaikan pendapatan Perseroan, EBITDA Perseroan juga mengalami kenaikan menjadi Rp131,05 miliar pada 2025 atau naik156,29%secara YoY. Kenaikan EBITDA tersebut turutmendorongpencapaianlababersihPerseroan sebesar Rp48,45 miliar, tumbuh 12,75% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.


Direktur Utama PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN), Ade Wahyu, menjelaskan bahwa 2025 merupakan tahun yang mendukung bagi industri aset kripto. Kondisi pasar yang bergerak positif sepanjang tahun telah mendorong volume transaksiyang pada akhirnya berdampak langsung pada kinerja fundamental Perseroan.

"Tren pasar aset kripto di tahun 2025 memberikan dampak positif terhadap kinerja kedua anak perusahaan kami, yakni Bursa Kripto PT Central Finansial X(CFX)dan Lembaga Kustodian PT Kustodian Koin Indonesia (ICC). Jumlah konsumen yang terusbertambah,sertaadopsiyangsemakinpositif,khususnyapadaprodukderivatif di Bursa Kripto CFX, menjadi kontributor utama bagi pertumbuhan kinerja Perseroan," ujar Ade.

Selain mencatat kenaikan pada laba bersih dan pendapatan, COIN juga berhasil memperbaiki posisi neraca keuangannya. Perseroan mampu menurunkan jumlah liabilitas menjadi Rp53,73 miliar, dari sebelumnya Rp234,99 miliar pada akhir 2024. Di saat yang bersamaan, total aset Perseroan berhasil meningkat 5% menjadi Rp1,602 triliun. Peningkatan jumlah aset ini didorong oleh kegiatan operasional perusahaan yang stabil, salah satunya bersumber dari kuatnya transaksi segmen derivatif.

Menjalani tahun 2026, Ade memproyeksikan kondisi pasar yang berpotensi lebih dinamis seiring dengan ketidakpastian ekonomi makro dan sentimen geopolitik. Kendati demikian, ia melihat kondisi tersebut dapat menjadi peluang bagi segmen derivatif untuk kembali tumbuh positif secara berkelanjutan.

Di tengah volatilitas pasar, produk derivatif kripto dapat dimanfaatkan olehkonsumen sebagai instrumen lindung nilai (hedging).Olehkarenaitu,Adeoptimistis segmen derivatif ini akanmelanjutkantrenpertumbuhannyadantetapmenjadisalah satu penyumbang bagi pendapatan Perseroan ke depan.

“Kami juga akan terus memperkuat portofolio usaha dan berupaya menangkap peluang baru untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan. Perseroan juga berkomitmen untuk selalu mendukung kegiatan operasional kedua anak usahanya, yakniBursaKriptoCFXdanLembagaKustodian ICC, agar tetap mengedepankan transparansi, inovasi, dan berpegang pada prinsip tata kelola perusahaan yang baik,” jelas Ade.

Sebagai informasi, COIN merupakan perusahaan holding yang menaungi dua anak usahanya, yaitu PT Central Finansial X (CFX) selaku Bursa Aset Kripto pertama di Indonesia, dan PT Kustodian Koin Indonesia (ICC) selaku lembaga penyimpanan aset kripto. Kedua anak usahaCOINtersebuttelahberizindandiawasiolehOtoritas Jasa Keuangan (OJK).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News