KONTAN.CO.ID - Otoritas pasar derivatif Amerika Serikat (AS) Commodity Futures Trading Commission (CFTC) akan memfokuskan pengawasan pada praktik pelanggaran seperti insider trading di prediction market serta manipulasi di pasar energi. Melansir
Reuters pada Rabu (1/4/2026), Direktur penegakan hukum CFTC David Miller dalam pernyataan publik pertamanya sejak menjabat mengatakan, lembaga akan memprioritaskan sejumlah area, termasuk penyalahgunaan pasar seperti
spoofing dan pelanggaran aturan anti pencucian uang.
Baca Juga: Bursa Asia Menguat Rabu (1/4) Pagi, Harapan Reda Perang Iran Dorong Sentimen Global Prediction market yang memungkinkan pelaku pasar bertaruh pada hasil suatu peristiwa kian populer namun juga memicu kontroversi. Instrumen ini menjadi sorotan setelah muncul dugaan transaksi mencurigakan yang menghasilkan keuntungan besar menjelang pengumuman kebijakan penting Presiden AS Donald Trump. “Kami menyadari adanya spekulasi terkait insider trading. Kami memantaunya,” ujar Miller dalam sebuah acara di New York University. Terkait status hukum, CFTC menegaskan bahwa kontrak berbasis peristiwa (event contracts) bukanlah bentuk perjudian, melainkan termasuk instrumen derivatif (swaps) yang tunduk pada regulasi pasar keuangan, termasuk aturan insider trading. Hal ini berbeda dengan pandangan sejumlah negara bagian AS yang menganggapnya sebagai kontrak perjudian.
Baca Juga: Aktivitas Pabrik Korea Selatan Menguat, Ditopang Permintaan Semikonduktor Sorotan pada Pasar Energi Selain itu, CFTC juga menaruh perhatian besar pada potensi manipulasi di pasar energi, mengingat dampaknya langsung terhadap konsumen. “Orang tetap harus membeli bahan bakar meski harga naik. Anda tidak bisa mengemudi tanpa bahan bakar,” kata Miller. Harga minyak dunia melonjak tajam dalam beberapa pekan terakhir akibat konflik Iran. Pasar sempat dihebohkan oleh transaksi senilai US$500 juta pada kontrak futures minyak, yang dilakukan sesaat sebelum pengumuman penundaan serangan AS terhadap infrastruktur energi Iran, langkah yang kemudian memicu penurunan harga minyak. Miller tidak mengonfirmasi apakah CFTC tengah menyelidiki transaksi tersebut.
Baca Juga: Kisah Menegangkan Kapal Tanker LPG India Lolos dari Selat Hormuz Lewat Rute Rahasia Dorong Kerja Sama Pelaku Pasar
Dalam arah kebijakan ke depan, CFTC menegaskan akan mengakhiri pendekatan “regulation by enforcement” yang kerap dikritik sebelumnya. Sebagai gantinya, regulator akan mendorong kerja sama dari pelaku pasar dalam proses investigasi. Pihak yang kooperatif dan melakukan perbaikan akan mendapatkan keringanan sanksi, bahkan jika penyelidikan pemerintah sudah berlangsung secara rahasia. “Kerja sama itu bersifat biner: Anda sepenuhnya bekerja sama atau tidak sama sekali,” tegas Miller.