Chandra Asri mencetak pendapatan US$ 2,42 miliar tahun lalu



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejalan dengan ekspansi yang mulai dikebut, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) membukukan kinerja positif sepanjang tahun lalu. Anak usaha PT Barito Pacific Tbk (BRPT) ini mencatatkan pendapatan senilai US$ 2,42 miliar.

Jumlah ini naik 25% dibanding periode yang sama di 2016, US$ 1,93 miliar. "2017 adalah tahun rekor untuk kinerja keuangan dan operasional TPIA," ujar Presiden Direktur TPIA Erwin Ciputra dalam keterangan resmi yang diterima Kontan.co.id, Minggu (4/3).

Ia menambahkan, kinerja ini juga tak lepas dari kondisi industri petrokimia yang lebih kondusif. Perusahaan kimia ini pun menggenjot volume penjualan  dan meningkatkan skala operasi.


Namun, peningkatan volume produksi juga memberi konsekuensi lain. Utilisasi pabrik yang meningkat, membuat ongkos produksi terkerek naik. Sehingga, margin bisnis TPIA sedikit tergerus akibat meningkatnya beban pokok penjualan sebesar 30% menjadi US$ 1,87 miliar.

Di 2017, TPIA mencatat margin laba kotor 22,5%. Angka ini turun dari periode tahun sebelumnya sebesar 25,6%. Margin EBITDA juga menyusut jadi 22,8% di tahun lalu dari sebelumnya 26,4%.

Meski demikian, secara profitabilitas keuangan, TPIA masih mampu mencatat hasil positif. Laba kotor TPIA naik 10% menjadi US$ 545 juta dari sebelumnya US$ 494,3 juta. Sedangkan laba bersih setelah pajak tercatat US$ 319,2 juta, naik 6,3% year on year (yoy).

Dengan perolehan tersebut, TPIA membukukan kenaikan EBITDA sebesar 8% menjadi US$ 550,3 juta. Tahun 2016, EBITDA perusahaan tercatat US$ 509,5 juta.

Manajemen meyakini, gap antara produksi petrokimia dengan permintaan produk masih cukup besar dalam beberapa tahun ke depan. Karena itu, TPIA mengagendakan ekspansi besar-besaran guna menangkap peluang tersebut. Perusahaan ini masih akan terus meningkatkan utilisasi pabrik.

Ekspansi ini membuat  TPIA aktif menggalang dana sepanjang 2017 lalu. Mulai dari rights issue hingga obligasi. Hasilnya, TPIA memiliki kas hingga US$ 842,5 juta, naik 182% dibanding dana kas 2016 yang sebesar 298,8 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati