Chandra Asri (TPIA) Kantongi Pendapatan Bersih US$ 1,9 Miliar hingga Kuartal III



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) mengantongi pendapatan bersih sebesar US$ 1,947 miliar di kuartal III-2022. Posisi itu naik 3,55 dari porsi US$ 1,881 miliar pada periode yang sama di tahun sebelumnya. Adapun posisi EBITDA perseroan mencapai US$ 11,1 juta di kuartal III-2022.

Direktur PT Chandra Asri Petrochemical Tbk, Suryandi menyebutkan sampai dengan kuartal III 2022, keadaan makro ekonomi global masih menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan.

Perseroan menghadapi tantangan eksternal selama 9 bulan tahun 2022 dari harga minyak mentah yang tetap tinggi rata-rata di atas US$ 100 per barel sebagai akibat dari ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina yang sedang berlangsung. 


Selain itu, terdapat permintaan yang rendah dari China karena lockdown COVID-19, dan efek musiman Lebaran. Sementara itu, spread produk tetap rendah dan pada akhirnya menghasilkan keuntungan dan margin yang terkompresi.

Baca Juga: Laba bersih Adaro (ADRO) Tembus US$ 1,9 miliar pada Kuartal III 2022

Dengan tantangan yang berat itu, membuat beban pokok pendapatan meningkat 24,3% menjadi US$ 1.956,5 juta di triwulan III 2022, dari posisi US$ 1.574,4 juta pada kuartal III 2021.

Suryandi menegaskan, Dalam masa yang tidak pasti ini, Perseroan terus mempertahankan kebijakan keuangan yang hati-hati untuk mengatasi volatilitas sambil mempertahankan neraca yang kuat, dengan liquidity pool sebesar US$ 2,28 miliar yang terdiri dari US$ 1,14 miliar kas dan setara kas, US$ 798,8 juta surat berharga, dan US$ 342,7 juta fasilitas committed revolving credit yang tersedia.

"Fundamental yang kokoh menempatkan Chandra Asri pada posisi yang kuat untuk menavigasi melalui ketidakpastian yang sedang berlangsung dan untuk menangkap peluang yang muncul," jelas dia.

Selama kuartal ketiga, perseroan telah melunasi seluruh sisa pinjaman JBIC untuk merampingkan komitmen keuangan dan menyelaraskan persyaratan fasilitas pembiayaan yang ada. 

Suryandi bilang perseroan juga mendapat dukungan kuat dari pasar modal dengan kelebihan pemesanan (oversubscription) atas penerbitan obligasi senilai Rp 2 triliun dan kesuksesan pelaksanaan pemecahan saham dengan rasio 1:4 untuk meningkatkan likuiditas saham. 

Ia melanjutkan, bank mitra utama perseroan juga terus menunjukkan kepercayaan terhadap fundamental bisnis dengan kemitraan fasilitas pinjaman berjangka senilai US$ 100 juta dari Bank OCBC NISP dan penandatanganan fasilitas pembiayaan Sustainability-Linked Trade pertama UOB di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi