Chandra Daya (CDIA) Catat Pertumbuhan Gemilang di 2025, Laba Bersih Melonjak 282%



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) berhasil membukukan kinerja keuangan cemerlang sepanjang 2025. Hal ini diperlihatkan melalui pertumbuhan pendapatan sebesar 44,8% year on year (YoY) menjadi US$ 148 juta pada 2025.

Di samping itu, CDIA berhasil mencetak kenaikan EBITDA sebesar 288% yoy menjadi US$ 118,8 juta pada 2025. Profitabilitas CDIA juga kuat dengan kenaikan laba bersih setelah pajak mencapai 281,7% YoY menjadi US$ 127,8 juta.

Baca Juga: Vale Indonesia (INCO) Raih Fasilitas Kredit Bergulir US$ 500 Juta, Ini Tujuannya


Direktur CDIA Jonathan Kandinata mengatakan, tahun 2025 merupakan tonggak transformatif bagi CDIA seiring keberhasilan bertransformasi menjadi perusahaan terbuka dengan tetap mencatatkan kinerja keuangan dan operasional yang solid. 

Pertumbuhan EBITDA dan laba bersih yang signifikan mencerminkan ketangguhan platform operasional serta disiplin dalam mengeksekusi strategi pertumbuhan pada tahun pertama sebagai perusahaan publik. 

“Selama tahun 2025, perusahaan juga menetapkan dividen interim untuk tahun 2025 sebesar US$ 10 juta yang menegaskan komitmen kami dalam memberikan nilai kepada pemegang saham, sekaligus menjaga struktur permodalan yang prudent untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang,” ungkap dia dalam keterbukaan informasi, Rabu (25/3).

Baca Juga: IHSG Dibuka Turun ke 7.283, Top Losers LQ45: ASII, TLKM dan INCO, Kamis (26/3)

Sepanjang tahun 2025, CDIA memperkuat basis permodalan dan akses pendanaan melalui berbagai sumber yang terdiversifikasi, termasuk penyertaan modal pemegang saham, pasar modal ekuitas, serta fasilitas perbankan domestik dan internasional. 

Sumber pendanaan tersebut mencakup tambahan dukungan modal dari Chandra Asri Group dan EGCO Group, dana hasil Initial Public Offering (IPO) pada Juli 2025, fasilitas dari Bank Danamon, BTN, dan yang terbaru, fasilitas US$ 100 juta dari Bangkok Bank yang mencerminkan kepercayaan luas dari pemangku kepentingan ekuitas maupun kredit terhadap strategi jangka panjang CDIA. 

Per 31 Desember 2025, CDIA memiliki liquidity pool sebesar US$ 803,3 juta yang memperkuat fleksibilitas finansial untuk mendukung ekspansi di seluruh pilar infrastruktur.

Secara operasional, CDIA mempercepat ekspansi dan integrasi platform infrastruktur. CDIA meluncurkan dan mengembangkan bisnis logistik darat melalui akuisisi PT Barito Investa Prima (kini PT Chandra Investa Prima), membangun kapabilitas cold chain, dan menambah 50 truk untuk memperluas cakupan layanan. 

Baca Juga: Opsi Bitcoin US$18,6 Miliar Akan Kedaluwarsa Jumat: BTC Siap Menuju US$75.000?

CDIA juga memperkuat jejak infrastrukturnya melalui akuisisi aset gudang dan lahan di Cilegon serta pembangunan tiga tangki bitumen dengan total kapasitas 12.000 meter kubik (m3), sekaligus mendorong proyek strategis tangki penyimpanan dan pipa etilena yang didanai dari dana hasil IPO. 

Pada segmen logistik maritim, CDIA melanjutkan pembangunan dua kapal kimia berkapasitas 9.000 DWT dan meningkatkan kepemilikan di CSI dan MIM hingga 99,99%. Di sektor energi, kapasitas pembangkit surya CDIA meningkat menjadi 11 MWp.

Dengan platform infrastruktur terdiversifikasi yang mencakup energi, air, kepelabuhanan dan penyimpanan, serta logistik, CDIA memasuki 2026 dengan momentum yang kuat untuk terus mengembangkan ekosistem terintegrasinya. 

“Berlandaskan fondasi yang telah dibangun pada 2025, kami tetap berfokus pada ekspansi yang disiplin, keunggulan operasional, dan penciptaan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi para pemegang saham,” tandas dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News