KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Chandra Daya Investasi Tbk (
CDIA) menggelar aksi korporasi berupa rencana akuisisi sebagian saham PT Armada Maritim Persada (AMP), yang merupakan anak usaha PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN). Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), pada 30 Juni 2026, CDIA melalui anak usahanya, yaitu PT Chandra Shipping International (CSI), bersama CUAN dan AMP telah menandatangani Perjanjian Bersyarat untuk pengambilalihan saham di AMP.
Berdasarkan perjanjian tersebut, CSI berencana melakukan investasi pada AMP melalui pengambilan bagian atas saham baru yang akan diterbitkan AMP dengan nilai investasi US$ 90 juta. Dari transaksi tersebut, CSI akan memiliki 40% kepemilikan saham di AMP.
Baca Juga: Rupiah Menguat ke Rp 17.980: Ditopang Capital Inflow ke Pasar SUN, Simak Proyeksinya "Investasi tersebut dilakukan untuk mendukung rencana pertumbuhan dan pengembangan usaha AMP serta diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi grup perusahaan melalui peningkatan nilai investasi dan penerimaan dividen," ungkap manajemen CDIA dalam keterbukaan informasi, akhir pekan lalu. Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, mengatakan secara garis besar rencana akuisisi 40% saham AMP senilai US$ 90 juta merupakan bagian dari strategi integrasi vertikal dan efisiensi rantai pasok (supply chain) di dalam ekosistem CDIA. Langkah ini juga merupakan upaya CDIA untuk mengintegrasikan dan memperkuat lini bisnis maritim serta logistik di antara grup afiliasi Prajogo Pangestu. Lantaran AMP bergerak di bidang pelayaran dan pelabuhan, sementara CUAN memiliki aset komoditas pertambangan yang masif, maka CDIA dapat memosisikan diri sebagai penyedia infrastruktur logistik yang vital. "Dengan menguasai saham di AMP, CDIA mendapatkan jaminan pasar untuk jasa pengapalan dan pengelolaan pelabuhan dari hasil tambang grup, sehingga akan memastikan pemanfaatan aset yang tinggi dan arus pendapatan yang lebih stabil," ungkapnya, Senin (6/7/2026). Dalam jangka panjang, akuisisi saham AMP akan mendatangkan beberapa manfaat bagi CDIA. Di antaranya memperbesar kapasitas bisnis logistik maritim, meningkatkan utilisasi pelabuhan dan armada, membuka peluang cross-selling layanan infrastruktur kepada pelanggan grup afiliasi maupun pihak ketiga, serta memperkuat pendapatan berulang sehingga kualitas pendapatan menjadi lebih stabil.
Di sisi lain, CDIA perlu mewaspadai risiko integrasi bisnis dan pencapaian sinergi yang tidak sesuai ekspektasi, kebutuhan belanja modal (capital expenditure/capex) yang relatif besar apabila ekspansi armada dan pelabuhan terus dilakukan, volatilitas aktivitas pengangkutan komoditas yang bergantung pada siklus industri, risiko biaya operasional seperti harga bahan bakar kapal, tarif logistik, serta regulasi pelayaran, hingga potensi peningkatan leverage dan beban bunga apabila transaksi akuisisi sebagian dibiayai oleh utang. "Selama manajemen mampu menjaga utilisasi aset pada level yang tinggi, manfaat ekonomi yang diperoleh CDIA berpotensi lebih besar dibandingkan risiko tersebut," ujarnya. Nafan merekomendasikan beli saham CDIA dengan target harga di level Rp740 per saham. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News