Chandra Daya Investasi (CDIA) Raih Lonjakan Pendapatan dan Laba Bersih pada 2025



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) mampu mencatatkan hasil kinerja keuangan positif sepanjang 2025, baik dari sisi top line maupun bottom line.

Berdasarkan laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), pendapatan CDIA tumbuh 44,77% year on year (yoy) menjadi US$ 148,03 juta pada 2025. Pada tahun sebelumnya, emiten milik Prajogo Pangestu ini meraih pendapatan US$ 102,25 juta.

Mayoritas pendapatan CDIA pada 2025 berasal dari segmen penjualan daya listrik dan jasa ketenagalistrikan lainnya sebesar US$ 95,29 juta. Setelah itu diikuti oleh pendapatan dari segmen jasa sewa kapal sebesar US$ 34,63 juta, segmen penjualan bahan bakar sebesar US$ 10,55 juta, segmen sewa tangki dan dermaga US$ 5,56 juta, segmen jasa angkutan kapal US$ 1,75 juta, dan segmen sewa gudang US$ 254.908.


Baca Juga: Rupiah Masih Melemah ke Rp 16.907 per Dolar AS di Siang Ini (25/3)

CDIA turut mengalami kenaikan beban pokok pendapatan sebesar 22,71% yoy menjadi US$ 112,64 juta pada 2025, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yakni US$ 91,79 juta.

Hasil ini membuat laba kotor CDIA tercatat sebesar US$ 35,39 juta pada 2025 atau meningkat 238,01% yoy dibandingkan laba kotor tahun 2024 sebesar US$ 10,47 juta.

CDIA juga membukukan lonjakan laba sebelum pajak sebesar 285,91% yoy menjadi US$ 132,06 juta pada 2025, dari sebelumnya US$ 34,22 juta.

Capaian ini dipengaruhi oleh kenaikan keuntungan bersih lain-lain sebanyak 1.524,04% yoy menjadi US$ 76,33 juta pada 2025, dibandingkan tahun sebelumnya US$ 4,70 juta. Selain itu, pendapatan keuangan CDIA juga tumbuh 18,63% yoy dari US$ 20,51 juta pada 2024 menjadi US$ 24,33 juta pada 2025.

Pendapatan CDIA dari aset keuangan juga naik 97,34% yoy dari US$ 11,28 juta pada 2024 menjadi US$ 22,26 juta pada 2025. Begitu pula dengan laba entitas asosiasi CDIA ikut naik 5,09% yoy dari US$ 11,80 juta pada 2024 menjadi US$ 12,40 juta pada 2025.

 
CDIA Chart by TradingView

CDIA mengantongi laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak US$ 121,05 juta pada 2025. Angka ini melonjak 285,26% yoy dibandingkan laba bersih perusahaan pada 2024 yaitu US$ 31,42 juta.

Hingga akhir 2025, total aset yang dimiliki ENRG tercatat sebesar US$ 1,74 miliar. Nilai tersebut terdiri dari liabilitas sebesar US$ 607,90 juta dan ekuitas US$ 1,14 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News