JAKARTA. Perusahaan pembiayaan seolah kompak menahan diri untuk tidak memasang target pembiayaan tinggi di tahun ini. Perusahaan pembiayaan masih mengantisipasi kondisi ekonomi yang terjadi tahun ini. Suwandi Wiratno, Direktur Utama PT Chandra Sakti Utama Leasing (CSUL) mengatakan, tahun ini perusahaannya tidak ngoyo membidik pertumbuhan pembiayaan baru (new booking). Jika realisasi new booking sepanjang tahun lalu mencapai Rp 2 triliun, target new booking di tahun ini ditetapkan hanya Rp 1,8 triliun sampai Rp 2 triliun. Tidak ada target pertumbuhan new booking tahun ini, kata Suwandi, karena Chandra Sakti Utama belum bisa memperkirakan ekonomi nasional tahun ini akan lebih bergairah dibandingkan tahun lalu atau sebaliknya. "Jadi, kami pasang target segitu untuk berjaga-jaga. Kami juga masih melihat tantangan yang belum berakhir pada alat berat," terang Suwandi, Selasa (26/1).
Chandra Sakti Utama tak genjot target pembiayaan
JAKARTA. Perusahaan pembiayaan seolah kompak menahan diri untuk tidak memasang target pembiayaan tinggi di tahun ini. Perusahaan pembiayaan masih mengantisipasi kondisi ekonomi yang terjadi tahun ini. Suwandi Wiratno, Direktur Utama PT Chandra Sakti Utama Leasing (CSUL) mengatakan, tahun ini perusahaannya tidak ngoyo membidik pertumbuhan pembiayaan baru (new booking). Jika realisasi new booking sepanjang tahun lalu mencapai Rp 2 triliun, target new booking di tahun ini ditetapkan hanya Rp 1,8 triliun sampai Rp 2 triliun. Tidak ada target pertumbuhan new booking tahun ini, kata Suwandi, karena Chandra Sakti Utama belum bisa memperkirakan ekonomi nasional tahun ini akan lebih bergairah dibandingkan tahun lalu atau sebaliknya. "Jadi, kami pasang target segitu untuk berjaga-jaga. Kami juga masih melihat tantangan yang belum berakhir pada alat berat," terang Suwandi, Selasa (26/1).