Charlie Munger: Tangan Kanan Warren Buffett yang Benci Mata Uang Kripto



KONTAN.CO.ID - Charlie Munger, tangan kanan Warren Buffett meninggal di usia 99 tahun. Keluarga Munger mengatakan, Munger meninggal pada Selasa (28/11) pagi di sebuah rumah sakit di California.

Nama Charlie Munger selalu melekat dengan Warren Buffett selama lima dekade. Munger menjadi orang kepercayaan Buffett selama membangun Berkshire Hathaway menjadi kekuatan investasi besar dunia.

"Berkshire Hathaway tidak akan bisa mencapai statusnya saat ini tanpa inspirasi, kebijaksanaan, dan partisipasi Charlie," ungkap Buffett dalam ucapan dukanya.


Baca Juga: Charlie Munger Tutup Usia, Pelajaran Terbaiknya: Singkirkan Orang Toxic!

Tumbuh Bersama Buffett di Omaha

Charles Thomas Munger lahir pada 1 Januari 1924 di Omaha, Nebraska, AS, kota tempat kelahiran Warren Buffett.

Kedekatan Munger dengan Buffett ternyata telah terjadi sejak lama. Selama masa remajanya, Munger bekerja di Buffett & Son, sebuah toko kelontong milik kakek Warren Buffett.

Munger baru meninggalkan Omaha pada tahun 1941 untuk berkuliah di Universitas Michigan. Setelah keluar dari kampus tahun 1943, Munger akhirnya kembali ke Omaha tahun 1959.

Pada periode itu, Munger bertemu dengan Buffett dan dengan cepat menjadi sahabat baik.

Dengan visi dan misi yang sama, keduanya mulai berdiskusi tentang ide-ide investasi potensial. Pada tahun 1962, Buffett meyakinkan Munger untuk berhenti dari pekerjaannya di bidang hukum dan memulai kemitraan investasinya sendiri.

Baca Juga: Tangan Kanan Warren Buffett, Charlie Munger Wafat pada Usia 99 Tahun

Dalam wawancara dengan Wall Street Journal tahun 2014, Munger mengakui bahwa Buffett telah memberikan pengaruh besar dan signifikan dalam hidupnya.

"Warren membujuk saya untuk meninggalkan bisnis hukum, dan itu memberikan pengaruh yang sangat signifikan bagi saya. Saya sudah berpikir untuk menjadi investor penuh waktu, dan Warren mengatakan kepada saya bahwa saya jauh lebih cocok untuk itu," ungkap Munger.

Munger memulai kemitraan investasinya pada tahun 1962 dan tumbuh dengan sangat positif. Selama periode 1962 - 1975, kemitraan ini menghasilkan rata-rata 24,3% per tahun untuk mitra.

Pada tahun 1978, Munger keluar dari bisnis pengelolaan uang dan bergabung dengan Buffett dengan menjadi wakil ketua Berkshire Hathaway. Selama lima dekade, petuah keduanya sukses jadi tuntunan bagi jutaan investor di seluruh dunia.

Baca Juga: Warren Buffett: Awan Gelap Ekonomi Bakal Turunkan Hujan Emas, Siapkan Ember Besar

Sosok Dermawan

Tidak hanya untuk investasi, Munger juga rutin mengalirkan hartanya untuk aksi amal. Munger telah banyak menyumbang dan mendanai berbagai proyek sosial, baik dalam bentuk uang tunai atau sahamnya.

Memiliki latar belakang hukum yang kental, Munger menyumbangkan saham sebesar US$43,5 juta kepada Universitas Stanford untuk program Construction of Residences for Stanford Law School.

Munger juga menyumbangkan US$3 juta kepada Fakultas Hukum Universitas Michigan pada tahun 2007. Dana tersebut digunakan untuk pengembangan sejumlah program penelitian dan pembangunan fasilitas.

Hingga kematiannya, Munger diperkirakan memiliki kekayaan bersih sebesar US$2,6 miliar. Jumlah itu membuat Munger ada di peringkat ke-1.182 dalam daftar orang terkaya di dunia versi Forbes.

Baca Juga: Cek Daftar Investasi yang Dihindari Warren Buffett

Membenci Mata Uang Kripto 

Berkembangnya model investasi seperti mata uang kripto rupanya tidak membuat Munger senang. Secara terbuka, Munger menyebut Bitcoin sebagai racun berbahaya.

Dalam wawancara dengan The Economic Times tahun 2022, Munger merasa mata kripto seharusnya dilarang dan layak dihina. 

Di beberapa kesempatan lainnya, Munger rutin menghina mata uang kripto dan segala aktivitas terkait dengan sebutan 'bodoh', 'tidak bermoral', 'menjijikkan', 'seperti menjual kotoran', bahkan 'penyakit kelamin'.

Menurut Munger, aktivitas di bidang mata uang kripto tidak ada bedanya dengan perjudian dan keberhasilannya tergantung pada orang-orang yang memiliki naluri judi.