Charoen ekspor ayam olahan ke Papua Nugini



SERANG. PT Charoen Pokphand Indonesia (CPI) Food Division mengekspor produk ayam olahan perdana ke Papua Nugini pada Senin (13/3). Ekspor perdana ini merupakan yang pertama dilakukan pasca terjadinya wabah flu burung tahun 2003 lalu. Meskipun untuk tahap pertama ekspor ini volumenya hanya satu kontainer saja. Tapi CPI menargetkan ekspor ini merupakan langkah awal untuk mengembangkan peluang ekspor ke sejumlah negara lain.

Presiden Komisaris CPI Hadi Gunawan mengatakan, ekspor perdana produk olahan ayam ini memang dipesan oleh salah satu supermarket dari Papua Nugini. Pemesanan oleh salah satu supermarket ini diharapkan bisa memotong rantai distribusi dan produk langsung sampai ke konsumen.

Terdapat 19 jenis produk olahan ayam yang diekspor. Selain Papua Nugini, CHaroen juga tengah menindaklanjuti upaya ekspor produk olahan ayam ke Jepang. Saat ini, tim dari Jepang sudah menindaklanjuti upaya ekspor ini dengan mempelajari kondisi industri olahan unggas dalam negeri untuk mencari jenis dan kualitas produk yang cocok untuk pasar mereka.  "Harapannya tahun ini sudah bisa ekspor ke Jepang," kata ujar Hadi di Kawasan Industri Cikande, Serang, Banten, senin (13/3).


Selain ke Jepang, Charoen  juga siap membidik pasar ayam olahan di Timur Tengah khususnya Arab Saudi dan Kuwait. Sebab di Arab Saudi terdapat banyak orang Indonesia yang naik haji dan umroh yang membutuhkan produk halal dan berasal dari Indonesia.

Meskipun demikian, Charoen masih belum menargetkan berapa volume ekspor produk ayam olahan yang berpeluang masuk pasar ekspor tahun ini. Sebab masih belum ada pembicaraan dengan pihak negara tujuan. Misalnya untuk Jepang masih dalam tahap penelitian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Rizki Caturini