Chelsea Didenda Rp 204 Miliar, Larangan Transfer Pemain Utama Satu Tahun



KONTAN.CO.ID - LONDON. Chelsea dijatuhi denda dengan total nilai 10,75 juta pound setara dengan Rp 204 miliar karena pelanggaran terberat dalam sejarah terhadap regulasi Premier League, kata Premier League pada Senin (16/3/2026).

Selain denda, klub dilarang transfer pemain tim pemain utama selama satu tahun jika mereka melanggar lagi dalam dua tahun ke depan. Chelsea juga tidak boleh mendaftarkan pemain muda dari klub Premier League atau EFL lain selama sembilan bulan. 

Premier League menyatakan bahwa pemilik Chelsea saat ini secara sukarela melaporkan pada 2022 adanya bukti potensi pelanggaran aturan terkait pembayaran pihak ketiga dan pelaporan keuangan. Klub juga melaporkan potensi pelanggaran aturan Akademi pada 2025.


Baca Juga: Inflasi Kanada Februari Turun ke 1,8%, Bank Sentral Pantau Harga Minyak

Investigasi Premier League menemukan bahwa antara 2011 dan 2018, pembayaran pihak ketiga yang tidak dilaporkan dilakukan kepada pemain, agen yang tidak terdaftar, dan pihak ketiga lainnya. Pembayaran ini tidak dilaporkan kepada otoritas sepak bola, termasuk Premier League, meskipun dilakukan untuk keuntungan Chelsea.

“Klub juga mengakui bahwa pembayaran ini, serta kegagalan melaporkannya, merupakan pelanggaran kewajiban bertindak dengan itikad baik terhadap liga,” kata Premier League.

Pada periode itu, Chelsea masih dimiliki oleh miliarder Rusia, Roman Abramovich. Ia menjual klub pada 2022 setelah invasi Rusia ke Ukraina, dengan konsorsium yang dipimpin investor AS Todd Boehly dan firma ekuitas privat Clearlake Capital mengambil alih pada Mei 2022. Premier League menilai penghitungan ulang laporan keuangan sejarah klub, termasuk pembayaran untuk kepentingan Chelsea. Klub menerima denda 10 juta pound. Ini menjadi denda terbesar dalam sejarah.

Chelsea terbebas dari pengurangan poin karena Premier League menilai dalam skenario manapun klub tidak akan melanggar aturan Profitabilitas dan Keberlanjutan liga pada periode terkait. Liga juga menyebut bahwa pelaporan sukarela, pengakuan pelanggaran, dan kerja sama luar biasa Chelsea menjadi faktor mitigasi utama.

Investigasi terhadap pelanggaran aturan pengembangan pemain muda difokuskan pada pendaftaran pemain akademi oleh pegawai senior klub antara 2019–2022. Chelsea menerima larangan pendaftaran pemain akademi selama sembilan bulan dan denda 750.000 pound.

Sanksi ini berlaku segera, termasuk biaya penuh proses investigasi dan disipliner liga. Chelsea dalam pernyataannya menegaskan klub menanggapi masalah ini dengan serius dan bekerja sama penuh dengan regulator.

Baca Juga: Apple Luncurkan AirPods Max 2 dengan Peredam Bising dan Live Translation

Denda ini merupakan yang tertinggi dalam sejarah Premier League, sebelumnya West Ham United menerima denda 5,5 juta pound pada 2007.