KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Chery Automobile akan memperkuat kehadirannya di pasar otomotif Inggris dengan mendirikan pusat riset dan pengembangan (R&D) kendaraan di negara tersebut pada tahun ini. Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya permintaan terhadap mobil merek China di Inggris. Pusat R&D tersebut akan berlokasi di pusat pengembangan dan pengujian kendaraan UTAC Millbrook di Bedfordshire. Chery menargetkan fasilitas tersebut mulai beroperasi pada akhir musim gugur 2026. Chief Executive Officer (CEO) Chery International UK Gary Lan mengatakan, keberadaan fasilitas tersebut akan membantu perusahaan menyesuaikan pengembangan kendaraan dengan kebutuhan konsumen Inggris.
"UTAC Millbrook memungkinkan kami mengubah wawasan pelanggan Inggris menjadi pengembangan produk, mulai dari pengendalian dan kemudi hingga sistem keselamatan aktif," kata Gary Lan, Rabu (19/8/2026). Chery menyebut pusat R&D di Bedfordshire pada tahap awal akan berfokus pada pengembangan sasis kendaraan serta sistem bantuan pengemudi yang disesuaikan dengan karakteristik pengemudi di Inggris.
Baca Juga: Carlsberg Cetak Laba Operasional 7,45 Miliar Krona Denmark, Di Bawah Ekspektasi Ke depan, cakupan pengembangan fasilitas tersebut akan diperluas ke teknologi kendaraan otonom dan kecerdasan buatan (AI).
Chery Perkuat Strategi di Pasar Inggris
Pembangunan pusat R&D ini menjadi bagian dari strategi Chery untuk memperkuat posisi di pasar otomotif Inggris. Langkah tersebut juga dilakukan setelah Chery menjalin kesepakatan dengan produsen mobil Jepang Nissan untuk mengeksplorasi kemungkinan produksi kendaraan penumpang Chery di fasilitas Nissan di Sunderland, Inggris. Kehadiran merek-merek mobil asal China di Inggris terus meningkat. Berdasarkan data Society of Motor Manufacturers and Traders (SMMT), merek mobil China menyumbang sekitar 15% dari registrasi mobil baru di Inggris pada paruh pertama 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan dengan pangsa sekitar 10% yang tercatat sepanjang tahun 2025. Harga yang kompetitif menjadi salah satu faktor yang mendorong peningkatan permintaan terhadap kendaraan merek China. Sejumlah merek China yang menjadi pilihan konsumen Inggris antara lain MG milik SAIC Motor, BYD, serta merek milik Chery seperti JAECOO dan OMODA. Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin kuatnya persaingan merek China di pasar otomotif Inggris, yang selama ini menjadi salah satu pasar kendaraan utama di Eropa.
Fokus pada Kebutuhan Konsumen Inggris
Chery menilai fasilitas UTAC Millbrook dapat menjadi bagian penting dalam proses pengembangan kendaraan untuk pasar Inggris. Perusahaan ingin memanfaatkan masukan konsumen lokal untuk meningkatkan karakteristik kendaraan yang dipasarkan di negara tersebut.
Baca Juga: Hollywood Ketar-ketir, Microdrama Justru Tumbuh dan Raup Miliaran Dolar Gary Lan mengatakan pusat pengembangan tersebut tidak hanya ditujukan untuk melakukan pengujian kendaraan, tetapi juga menjadi bagian dari hubungan teknik jangka panjang antara Chery dan UTAC.
“Ini lebih dari sekadar menguji kendaraan secara individual. Kami melihatnya sebagai kelanjutan yang berkesinambungan dari hubungan rekayasa jangka panjang dengan Chery Automobile,” kata Wakil Presiden UTAC UK Kirsty Andrew. "Ini lebih dari sekadar menguji kendaraan secara individual. Kami melihatnya sebagai kelanjutan dari hubungan teknik jangka panjang dengan Chery Automobile," ujarnya. Dengan pembangunan pusat R&D di Inggris, Chery berupaya memperdalam kemampuan pengembangan kendaraan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar lokal sekaligus memperkuat ekspansinya di industri otomotif Eropa. Langkah tersebut juga menunjukkan perubahan strategi produsen mobil China yang tidak hanya mengandalkan keunggulan harga, tetapi mulai meningkatkan investasi pada pengembangan produk, teknologi keselamatan, kendaraan otonom, dan kecerdasan buatan untuk bersaing di pasar global.