KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Produsen otomotif asal China, Chery, semakin agresif memperluas ekspansi global dengan mengadopsi strategi unik yang terinspirasi dari dua raksasa industri otomotif dunia, yakni Toyota dan Tesla. Langkah ini menjadi bagian dari ambisi Chery untuk memperkuat penetrasi pasar di Eropa dan wilayah lainnya. Ketua Chery, Yin Tongyue, mengungkapkan bahwa perusahaan tengah mempertimbangkan penambahan kapasitas produksi di Barcelona, Spanyol, lokasi di mana Chery telah memiliki usaha patungan (
joint venture). Selain itu, perusahaan juga membuka peluang untuk berbagi fasilitas produksi dengan produsen mobil Eropa guna meningkatkan efisiensi dan mempercepat ekspansi.
Didirikan pada 1996 di tepi Sungai Yangtze, Chery awalnya dikenal sebagai produsen mobil murah dengan citra sederhana. Namun kini, perusahaan bertransformasi dengan mengusung kualitas ala Toyota serta inovasi teknologi seperti Tesla. “Kami menyebut strategi ini sebagai ‘double T’. Toyota plus Tesla,” ujar Yin dalam wawancara di kantor pusat Chery di Wuhu.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik 3% Selasa (28/4), Seiring Kebuntuan Konflik Iran-AS Berlanjut Strategi tersebut bertujuan menghadirkan kendaraan dengan kualitas tinggi untuk membangun loyalitas jangka panjang, sekaligus dilengkapi teknologi canggih guna menarik konsumen muda.
Ekspansi Produksi dan Kolaborasi Global
Chery juga menilai bahwa pengiriman kendaraan dalam jumlah besar antarnegara bukanlah strategi yang berkelanjutan. Oleh karena itu, perusahaan berencana meningkatkan produksi lokal di berbagai pasar utama, termasuk Eropa. Yin menyatakan bahwa Chery secara aktif mencari kemitraan dengan produsen otomotif Eropa untuk berbagi model dan fasilitas produksi. “Kami bisa berbagi keuntungan, kami bisa berbagi model,” katanya. Saat ini, Chery telah memproduksi mobil merek Ebro di Spanyol melalui fasilitas bekas pabrik Nissan di Barcelona. Perusahaan juga mempertimbangkan peningkatan kapasitas produksi di lokasi tersebut untuk memenuhi permintaan pasar dan potensi ekspor ke negara lain.
Lonjakan Penjualan Global
Dalam beberapa tahun terakhir, performa global Chery menunjukkan pertumbuhan signifikan. Penjualan kendaraan perusahaan meningkat hampir empat kali lipat dalam periode 2020 hingga 2025. Sepanjang tahun lalu, Chery mencatat penjualan sebesar 2,8 juta unit, naik sekitar 8% secara tahunan. Meski demikian, angka tersebut masih berada di bawah pesaing domestiknya, BYD, yang mencatat penjualan 4,6 juta unit pada 2025 dan menjadi produsen mobil terbesar kelima di dunia berdasarkan volume. Selain itu, Chery juga meluncurkan dua merek global baru, Omoda dan Jaecoo, pada 2023. Kedua merek tersebut mencatat penjualan gabungan sebesar 380.000 unit tahun lalu, dengan target meningkat menjadi 1 juta unit pada 2027.
Baca Juga: Harga Emas Anjlok ke Terendah 3 Pekan, Tertekan Lonjakan Minyak Salah satu model andalan, Jaecoo 7 SUV, mencatat performa kuat di sejumlah pasar internasional dan bahkan menjadi mobil terlaris di Inggris pada Maret lalu.
Dominasi SUV dan Strategi Diversifikasi
Mayoritas penjualan Chery masih didominasi oleh segmen sport utility vehicle (SUV), yang mencapai 2,3 juta unit dari total 2,8 juta kendaraan yang terjual secara global tahun lalu. Namun, perusahaan kini mulai mengembangkan model berukuran lebih kecil untuk menyesuaikan preferensi konsumen Eropa yang cenderung memilih mobil kompak.
Langkah ini mencerminkan ambisi global Chery untuk menyesuaikan produk dengan karakteristik pasar lokal, sekaligus memperluas basis konsumennya.
Tantangan Persaingan di Pasar Domestik
Di pasar domestik China, Chery menghadapi persaingan ketat dengan lebih dari 100 merek otomotif yang terlibat dalam perang harga agresif. Meski demikian, Yin meyakini bahwa konsolidasi industri akan segera terjadi. “Dalam beberapa tahun ke depan, mungkin hanya sedikit yang bisa bertahan dan tetap sehat. Saat ini, proses itu sedang berlangsung,” ujarnya. Dengan strategi “Double T” serta ekspansi global yang agresif, Chery berupaya memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam industri otomotif global yang semakin kompetitif.