KONTAN.CO.ID - China menyatakan akan membangun “masyarakat yang ramah terhadap kelahiran” dalam lima tahun ke depan, sembari berjanji mengatasi berbagai kekhawatiran terkait lapangan kerja, pendidikan, layanan kesehatan, dan pendapatan. Komitmen itu tertuang dalam laporan resmi pemerintah yang dirilis Kamis (5/3/2026). Pemerintah akan meningkatkan layanan kependudukan serta merespons penuaan populasi secara proaktif, termasuk dengan mendorong penciptaan lapangan kerja penuh berkualitas tinggi, memperbaiki sistem distribusi pendapatan, dan menyempurnakan sistem jaminan sosial.
Baca Juga: Harga Minyak Naik 2% Kamis (5/3), Meluasnya Konflik Iran dan Penutupan Selat Hormuz Pengumuman ini muncul setelah populasi China tercatat menyusut untuk tahun keempat berturut-turut pada 2025. Data resmi yang dirilis Januari menunjukkan angka kelahiran anjlok ke level terendah sepanjang sejarah, dengan para pakar memperingatkan tren penurunan masih akan berlanjut. Populasi China telah menyusut sejak 2022 dan mengalami penuaan yang cepat, kondisi yang mempersulit upaya Beijing dalam mendorong konsumsi domestik dan mengendalikan beban utang. Pemerintah juga akan meluncurkan kebijakan baru untuk mendorong “pengembangan berkualitas tinggi ekonomi perak” (silver economy), yang menyasar kelompok usia 60 tahun ke atas. Layanan perawatan lansia akan ditingkatkan, terutama di wilayah pedesaan. Selain itu, otoritas akan menyusun langkah-langkah pendukung bagi warga lanjut usia, termasuk di bidang pembiayaan pensiun, kesehatan, dan layanan perawatan.
Baca Juga: China Percepat Kemandirian Teknologi, Dorong Industri AI dan Robot Humanoid Pada 2035, jumlah penduduk berusia di atas 60 tahun diperkirakan mencapai 400 juta orang setara dengan gabungan populasi Amerika Serikat dan Italia. Artinya, ratusan juta orang akan keluar dari angkatan kerja ketika anggaran pensiun sudah berada di bawah tekanan. China sebelumnya telah menaikkan usia pensiun, dengan pria kini diharapkan bekerja hingga usia 63 tahun dari sebelumnya 60 tahun, sementara perempuan hingga 58 tahun dari sebelumnya 55 tahun. Laporan tersebut juga menegaskan pemerintah akan mendorong “sikap positif terhadap pernikahan dan kelahiran anak,” termasuk meningkatkan dukungan perumahan bagi keluarga dengan anak. Layanan bagi perempuan pada tahap awal kehamilan serta kesehatan reproduksi akan diperkuat.
Baca Juga: China Naikkan Kurs Referensi Yuan ke Level Tertinggi 34 Bulan Pemerintah juga berupaya meningkatkan pencegahan dan penanganan cacat lahir. Di sektor pendidikan, otoritas akan menyempurnakan kebijakan pendidikan prasekolah gratis serta menambah kapasitas sekolah menengah atas umum. Belanja pemerintah untuk pendidikan diwajibkan tetap di atas 4% dari produk domestik bruto (PDB).