China batasi produksi, harga aluminium melambung



KONTAN.CO.ID - Harga aluminium melambung menembus level tertingginya sejak enam tahun terakhir. Komoditas logam industri ini kian menguat setelah China memutuskan untuk membatasi pasokan. Sepanjang tahun 2016 lalu, Negeri Panda itu menghasilkan 31,9 juta ton aluminium.

Mengutip Bloomberg, pada penutupan perdagangan Rabu (23/8) harga aluminium kontrak pengiriman tiga bulanan di London Metal Exchange (LME) menguat 1,06% ke level US$ 2,097 per metrik ton. Sedangkan jika dibandingkan sepekan sebelumnya harganya hanya menguat 0,14%.

“China menyumbang sekitar 55% kapasitas aluminium global, kado ketika terjadi perubahan itu akan sangat berpengaruh,” ujar Mark Pervan, Kepala Ekonom AME Mineral Economics Pty Ltd seperti dikutip dari Bloomberg.


Citigroup Inc memperkirakan, otoritas terkait akan melakukan penutupan kapasitas produksi sekitar 4 juta metrik ton per tahun. Kemudian produsen aluminium terbesar di dunia China Hongqiao Group Ltd mengatakan akan menutup hampir 30% dari kapasitasnya. Kondisi ini semakin diperparah dengan kebijakan pemerintah China yang memerintahkan untuk melakukan pembatasan pasokan selama musim dingin sebanyak 1 juta ton per tahun.

Di lain pihak, Ren Zeping, kepala ekonom Founder Securities Co melihat langkah ini sebagai bagian dari kampanye pemerintah pusat untuk menghilangkan kelebihan kapasitas, mengurangi polusi, mengurangi friksi perdagangan internasional tanpa melemahkan ekonomi dan memaksa mengembalikan ribuan pekerjanya ke jalan.

“Sekarang ini pasar berada di siklus baru yang menaikkan harga kembali,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie