China Bentuk Organisasi Data Global untuk Dorong Standar Industri



KONTAN.CO.ID - China resmi meluncurkan organisasi data global bernama World Data Organization yang bertujuan mendorong tata kelola data serta pemanfaatannya secara lebih terstruktur di tingkat internasional.

Peluncuran organisasi ini dilaporkan oleh media pemerintah China, CCTV pada Senin (30/3/2026), sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi lintas negara dalam menghadapi tantangan ekonomi digital yang semakin kompleks.

Baca Juga: Imigran Meksiko Tewas di Tahanan ICE, Total Kematian Capai 14 Kasus di 2026


Organisasi tersebut dibentuk untuk menjembatani perbedaan kebijakan data antarnegara.

Melalui pendekatan ini, China berharap dapat mendorong terciptanya konsensus global, sekaligus membantu perusahaan multinasional mengurangi biaya kepatuhan terhadap regulasi data yang berbeda-beda di setiap yurisdiksi.

Selain itu, organisasi ini juga menargetkan pengembangan ekosistem berbasis data melalui penerapan di berbagai sektor strategis, seperti kesehatan, pendidikan, dan energi.

Upaya ini diharapkan mampu mempercepat implementasi proyek berbasis data sekaligus mendorong inovasi industri.

Ketua World Data Organization Tan Tieniu menyatakan bahwa pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) telah menjadikan data sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi global.

Kondisi tersebut menuntut adanya platform internasional yang dapat mengatasi berbagai tantangan terkait pengelolaan dan pemanfaatan data.

Baca Juga: Inflasi Inti Tokyo pada Maret 2026 Tercatat 1,7%, di Bawah Target Bank of Japan

Hingga saat ini, organisasi tersebut telah menghimpun lebih dari 200 anggota yang berasal dari lebih dari 40 negara.

Anggotanya terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari perusahaan, universitas, lembaga think tank, organisasi internasional, hingga institusi keuangan dari beragam sektor seperti keuangan, kesehatan, energi, internet, dan otomotif.

Dengan kehadiran organisasi ini, China menunjukkan ambisinya untuk memainkan peran lebih besar dalam membentuk standar global di era ekonomi digital yang semakin terintegrasi.