China dan Filipina Lakukan Operasi Penyelamatan Kapal Kargo di Perairan Sengketa



KONTAN.CO.ID - BEIJING. China dan Filipina meluncurkan operasi pencarian dan penyelamatan setelah sebuah kapal kargo dilaporkan mengalami kecelakaan di perairan dekat Scarborough Shoal, Laut China Selatan. Kapal tersebut membawa 21 awak berkewarganegaraan Filipina.

Penjaga Pantai China menyatakan menerima laporan pada Jumat dini hari sekitar pukul 01.34 waktu setempat mengenai sebuah kapal kargo asing yang terbalik di sekitar perairan Scarborough Shoal. 

Dua kapal langsung dikerahkan untuk operasi pencarian dan penyelamatan. Hingga saat ini, 13 awak kapal berhasil diselamatkan, sementara upaya evakuasi masih berlanjut.


Baca Juga: Perang Biaya Pelabuhan: China Terapkan Tarif Baru bagi Kapal AS Mulai 14 Oktober

Di sisi lain, Penjaga Pantai Filipina (PCG) mengonfirmasi telah mengerahkan dua kapal dan dua pesawat untuk membantu penyelamatan. 

Kapal yang mengalami kecelakaan tersebut berbendera Singapura dan mengangkut muatan bijih besi, dengan tujuan menuju Kota Yangjiang di China selatan.

PCG menyebutkan pihaknya menerima informasi dari Pusat Koordinasi Penyelamatan Maritim Hong Kong bahwa 10 dari total 21 awak Filipina telah lebih dulu diselamatkan oleh kapal Penjaga Pantai China yang melintas di lokasi kejadian.

Insiden ini terjadi di kawasan yang sensitif secara geopolitik. Scarborough Shoal dikenal sebagai salah satu wilayah maritim paling diperebutkan di Asia dan kerap menjadi titik panas sengketa kedaulatan serta hak penangkapan ikan.

Ketegangan di kawasan tersebut juga meningkat dalam beberapa hari terakhir. 

Baca Juga: China Melarang Impor Makanan Laut Jepang di Tengah Sengketa Diplomatik yang Memanas

Pada Selasa lalu, militer China menyatakan telah mengerahkan unsur laut dan udara untuk mengusir sebuah pesawat pemerintah Filipina yang dituding memasuki wilayah udara di atas atol tersebut tanpa izin.

China mengklaim hampir seluruh wilayah Laut China Selatan, klaim yang tumpang tindih dengan zona ekonomi eksklusif sejumlah negara, termasuk Brunei, Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Vietnam.

Selanjutnya: BPR Jatim Masuk ke Bisnis Emas, Bidik Pertumbuhan Kredit 30% pada 2026

Menarik Dibaca: Bukan Cuma Hantu, 7 Film Horor Thailand Ini Punya Plot Twist Tak Terduga