China dan Jepang Saling Klaim Insiden di Sekitar Kepulauan Senkaku



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. China dan Jepang menyampaikan versi yang saling bertentangan terkait insiden yang melibatkan kapal penjaga pantai kedua negara dan sebuah kapal nelayan Jepang di sekitar Kepulauan Senkaku yang disengketakan pada Selasa (7/7/2026).

Perairan di sekitar Kepulauan Senkaku, yang oleh China disebut sebagai Kepulauan Diaoyu, telah lama menjadi sumber ketegangan antara Beijing dan Tokyo. Kedua negara sama-sama mengklaim kedaulatan atas gugusan pulau di Laut China Timur tersebut.

Selama bertahun-tahun, kedua pihak secara rutin mengerahkan kapal patroli ke wilayah itu sambil saling mendesak agar pihak lawan meninggalkan kawasan yang mereka klaim.


Penjaga Pantai China pada Selasa menyatakan telah mengusir sebuah kapal nelayan Jepang yang disebut "secara ilegal memasuki perairan teritorial" salah satu pulau yang menjadi bagian dari gugusan pulau yang disengketakan di Laut China Timur.

Baca Juga: Indeks Nikkei Ditutup Turun 2%, Terseret Aksi Jual Saham Produsen Chip

Namun, Penjaga Pantai Jepang memberikan keterangan yang berbeda. Dalam pernyataannya, otoritas Jepang menyebut telah mencegat dan mengusir dua kapal Penjaga Pantai China pada Selasa pagi ketika kapal-kapal tersebut mendekati sebuah kapal nelayan Jepang yang diawaki dua orang.

Pemerintah Jepang menegaskan bahwa kehadiran kapal-kapal China yang mengklaim wilayah perairan di sekitar Kepulauan Senkaku sebagai bagian dari yurisdiksi Beijing merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional.

Jepang juga menyatakan akan terus merespons situasi tersebut "dengan tenang dan tegas" sesuai dengan hukum internasional maupun peraturan domestik yang berlaku.