China Dukung IMF Perketat Pengawasan Risiko Fiskal Negara Maju



KONTAN.CO.ID - Bangkok. Gubernur bank sentral Tiongkok pada hari Sabtu (17/10) menyatakan bahwa Beijing mendukung langkah Dana Moneter Internasional (IMF) untuk meningkatkan pengawasan terhadap risiko fiskal di negara-negara maju utama beserta dampak rambatannya.

Melansir dari Reuters, Gubernur Bank Rakyat Tiongkok (People's Bank of China), Pan Gongsheng, menyampaikan hal tersebut dalam pertemuan Komite Moneter dan Keuangan Internasional (International Monetary and Financial Committee) yang berlangsung di sela-sela pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia di Bangkok.

Baca Juga: Zelenskiy Peringatkan Ancaman Rudal Rusia dari Belarus ke Ukraina Barat


Lonjakan biaya pinjaman, defisit fiskal yang tinggi secara kronis di negara-negara ekonomi utama, serta sentimen investor yang tidak stabil yang diperparah oleh pengeluaran modal besar-besaran di sektor kecerdasan buatan (AI) telah memicu gejolak luas di pasar obligasi global.

Menurut pernyataan dari bank sentral tersebut, Pan mendesak IMF untuk menganalisis ketidakseimbangan global dan memberikan penekanan lebih besar pada dampak faktor-faktor keuangan, seperti arus modal, terhadap ketidakseimbangan tersebut.

Kepala bank sentral Tiongkok itu menegaskan bahwa Tiongkok mendukung sistem perdagangan multilateral dan menentang segala bentuk tindakan proteksionisme.

Sebelumnya pada minggu ini, Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva menyatakan bahwa Tiongkok perlu beralih dari pertumbuhan yang didorong oleh ekspor menuju pertumbuhan yang lebih mengandalkan konsumsi domestik.

Baca Juga: El Niño Picu Kemunculan Spesies Eksotis di Perairan California