China Dukung Selat Hormuz Dibuka Tanpa Pembatasan, AS Yakin Beijing Tekan Iran



KONTAN.CO.ID - China menginginkan Selat Hormuz kembali dibuka tanpa pembatasan maupun pungutan tambahan di tengah konflik Iran yang masih berlangsung.

Hal tersebut disampaikan Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR) Jamieson Greer usai mengikuti pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing.

Baca Juga: Ekonomi Malaysia Tumbuh 5,4% di Kuartal I-2026, Didukung Kuatnya Permintaan Domestik


Dalam wawancara dengan Bloomberg News, Jumat (15/5), Greer mengatakan China menilai Selat Hormuz harus tetap terbuka dan tidak berada di bawah kontrol militer pihak tertentu.

“Bagi China sangat penting agar Selat Hormuz tetap terbuka, tanpa pungutan dan tanpa kontrol militer,” ujar Greer dilansir Reuters.

Menurut Greer, Washington menyambut baik sikap Beijing tersebut. Ia juga menyebut AS yakin China akan bertindak untuk membatasi dukungan material kepada Iran.

“China bersikap sangat pragmatis dan tidak ingin berada di pihak yang salah dalam konflik ini,” katanya.

Baca Juga: BOJ: Jepang Akan Menghadapi Kenaikan Harga Makanan dan Fasilitas Pemandian Air Panas

Pernyataan itu muncul di tengah upaya AS mencari dukungan China untuk mengakhiri konflik Iran yang telah mengganggu pasokan energi global dan menekan popularitas Presiden Trump menjelang pemilu sela AS pada November mendatang.

China diketahui merupakan mitra dekat Iran sekaligus pembeli utama minyak negara tersebut.

Iran sendiri masih membatasi lalu lintas kapal di Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi lintasan hampir seperlima pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia dalam kondisi normal.

Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri China menyerukan agar proses deeskalasi konflik terus dilanjutkan dan jalur pelayaran internasional segera dipulihkan.

Baca Juga: Bayar Rp 158 Miliar untuk Makan Siang Bareng Buffett dan Curry, Ini Tujuannya

“Tidak perlu melanjutkan perang yang seharusnya tidak terjadi ini. Menemukan solusi lebih cepat akan menguntungkan AS, Iran, dan dunia,” tulis kementerian tersebut.

Meski tidak secara spesifik menyebut Selat Hormuz, China menegaskan pentingnya pembukaan kembali jalur pelayaran secepat mungkin.

Sejauh ini Beijing konsisten menyerukan penghentian perang dan pemulihan keamanan pelayaran di Selat Hormuz, namun belum melontarkan kritik keras terhadap langkah militer AS dalam konflik tersebut.