CFLD garap dua proyek properti domestik



JAKARTA. Semakin banyak pengembang asing yang mencoba peruntungan di pasar domestik. Salah satunya adalah China Fortune Land Development (CFLD) International, melalui anak usahanya di Indonesia.

Pengembang yang berbasis di Singapura ini tengah menggarap dua proyek properti yang ada di pinggiran Jakarta. Satu proyek hunian tapak ada di daerah Tangerang. Di proyek ini, CFLD menjalin kerja sama dengan PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) untuk menggarap proyek tersebut di atas lahan seluas 60 hektare (ha).

CFLD membeli lahan dari Alam Sutera dengan merogoh kocek hingga US$ 150 juta. Di atas lahan itu, pengembang ini bakal membangun perumahan sebanyak 2.800 unit dengan luas bangunan rata-rata 140 meter persegi (m2) yang akan diberi label Lavon Swan City.


Proyek kedua ada di Karawang, Jawa Barat. Berbeda dengan proyek pertama, yang kedua ini merupakan proyek kawasan industri. Kali ini, CFLD bermitra dengan pengembang lokal lain, yakni PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN), sebagai penyedia lahan.

Luas lahan di proyek lahan industri tersebut sekitar 200 hektare. "Kami ingin membangun kota baru kombinasi antara BSD (Bumi Serpong Damai), Jababeka dan SCBD (Sudirman Centre Business District)," terang Imelda Adhisaputra, Vice President CFLD Indonesia, Kamis (30/3).

Pengembang ini memproyeksi, dana yang sudah mengalir sampai pekan kedua April nanti untuk menggarap kedua proyek tersebut bisa mencapai Rp 4 triliun. Seluruh dana tersebut sudah habis untuk pembebasan lahan.

Sedangkan untuk pembangunan kedua proyek tersebut, CFLD bakal merealisasikan pada akhir tahun ini. Meski baru di bulan Desember proyek bisa dibangun, pengembang ini sudah mencanangkan bakal mengeluarkan total dana hingga US$ 1,5 miliar selama lima tahun ke depan untuk menggarap proyek tersebut.

Nanti, CFLD bakal menggarap proyek seperti kota satelit yang terintegrasi laiknya yang pernah CFLD bangun di pinggiran kota Beijing. Apalagi kawasan Tangerang dan Karawang tidak terlalu jauh dari Jakarta.

Meski begitu ia mengakui dalam proses pembangunan, hambatan kerap terjadi. Terutama soal keterbatasan lahan yang tidak sebanding dengan permintaan. Kondisi ini membuat CFLD kesulitan bisa membuat hunian yang nyaman bagi para konsumen.

Banyak pengembang yang masih belum mau menjual atau merilis proyek dengan harapan harga lahan masih bisa melonjak. "Permintaan tanah akan terus naik," ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Rizki Caturini