KONTAN.CO.ID - China kembali menunjukkan keseriusannya dalam membangun sektor teknologi sebagai mesin pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Otoritas pasar modal dan Bursa Efek Shanghai baru-baru ini mengumumkan langkah untuk mempermudah perusahaan teknologi strategis mengakses pendanaan melalui penawaran umum perdana saham atau
initial public offering (IPO). Bagi investor, langkah tersebut menjadi tanda bahwa China ingin mempercepat pengembangan industri berteknologi tinggi sekaligus memperkuat pasar modal domestiknya.
Baca Juga: Wall Street Temukan Formula Baru untuk Menangani IPO Raksasa Fokus pada Industri Masa Depan
Mengutip laporan
Reuters pada Rabu (17/6), Bursa Efek Shanghai menyatakan dukungan IPO akan diprioritaskan untuk perusahaan yang bergerak di bidang industri masa depan atau
future industries. Beberapa sektor yang masuk dalam kategori tersebut antara lain kecerdasan buatan (AI), komputasi kuantum, fusi nuklir, antarmuka otak-komputer (
brain-computer interface), energi hidrogen, bioteknologi, dan robotika. Sektor-sektor tersebut telah menjadi bagian penting dari strategi pembangunan ekonomi China dalam beberapa tahun terakhir karena dinilai memiliki potensi pertumbuhan tinggi dan dampak besar terhadap produktivitas ekonomi.
Baca Juga: SK Hynix Akhirnya Pilih Nasdaq untuk IPO AS, Ternyata Ini Alasannya Perusahaan AI Dimanjakan
Salah satu fokus utama kebijakan terbaru ini adalah perusahaan pengembang model kecerdasan buatan skala besar atau
large model companies. Banyak perusahaan AI yang belum menghasilkan keuntungan dalam jangka pendek. Untuk mengatasi tantangan tersebut, Bursa Shanghai memperjelas aturan penggunaan standar pencatatan khusus di STAR Market yang memungkinkan perusahaan teknologi strategis melakukan IPO meski belum membukukan laba. Kebijakan ini berpotensi memperluas akses pendanaan bagi
startup AI yang masih berada pada tahap pertumbuhan. Ketua
China Securities Regulatory Commission (CSRC), Wu Qing, mengatakan bahwa revolusi teknologi baru yang dipimpin AI sedang berkembang dengan sangat cepat dan mengubah berbagai sektor ekonomi. "Gelombang revolusi teknologi baru yang dipimpin AI sedang terintegrasi ke dalam produksi dan kehidupan sehari-hari dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata Wu dalam forum industri di Shanghai. Menurut Wu, pasar modal global kini berlomba melakukan reformasi agar mampu memenuhi kebutuhan perusahaan inovatif dan mempertahankan posisi terdepan dalam persaingan teknologi.
Baca Juga: China Bersiap Sambut Tren IPO Antariksa Usai Rekor SpaceX Apa Arti Kebijakan Ini bagi Investor?
Dari sudut pandang investor, kebijakan ini menunjukkan bahwa China ingin menciptakan ekosistem pendanaan yang lebih ramah bagi perusahaan teknologi berorientasi jangka panjang.
Dalam jangka panjang, kebijakan ini dapat memperluas pilihan investasi di sektor-sektor dengan pertumbuhan tinggi seperti AI, robotika, bioteknologi, dan teknologi energi baru. Meski demikian, investor tetap perlu mencermati risiko yang melekat pada perusahaan tahap awal, terutama karena sebagian besar emiten teknologi tersebut masih berada dalam fase pengembangan. Bagi pelaku pasar, kebijakan ini menjadi salah satu indikator penting arah investasi dan perkembangan sektor teknologi China dalam beberapa tahun mendatang.
Baca Juga: Konflik Iran Bikin Investor Mulai Tinggalkan Obligasi? Ini Penjelasan Analis