China: Hubungan Kami dengan AS Terhambat Isu Kemerdekaan Taiwan



KONTAN.CO.ID - Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, menekankan bahwa kemerdekaan Taiwan merupakan gangguan terbesar bagi hubungan China dan AS.

Pernyataan Wang tersebut disampaikan saat mengadakan pembicaraan dengan Penasihat Keamanan Nasional AS, Jake Sullivan, di Bangkok hari Sabtu (27/1) lalu. Keduanya mengadakan pembicaraan yang bertujuan untuk tetap berhubungan kedua negara.

Kementerian Luar Negeri China dalam pernyataannya menjelaskan bahwa, kedua pihak memiliki komunikasi strategis yang jujur, substantif, dan bermanfaat mengenai penerapan pencapaian konsensus pada pertemuan di San Francisco.


Baca Juga: Taiwan Latih Peserta Wajib Militer Menggunakan Senjata Canggih

Presiden AS Joe Biden dan Presiden China Xi Jinping sempat bertemu dua bulan lalu di di sela-sela KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik di San Francisco.

Sementara itu, Sullivan menekankan bahwa meskipun AS dan China bersaing, kedua negara perlu mencegahnya agar tidak mengarah ke konflik atau konfrontasi.

Masalah Kemerdekaan Taiwan

Dalam pertemuannya dengan Sullivan, Wang menekankan bahwa Taiwan adalah urusan dalam negeri China.

Dirinya juga menegaskan bahwa pemilu regional di Taiwan tidak dapat mengubah kenyataan dasar bahwa Taiwan adalah bagian dari China. Bagi Wang, isu kemerdekaan Taiwan telah membuat hubungan China-AS terus berjarak.

Baca Juga: Ahli: Krisis di Selat Taiwan Mungkin Terjadi di 2024

"Risiko terbesar terhadap perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan adalah apa yang disebut gerakan 'kemerdekaan Taiwan'. Tantangan terbesar bagi hubungan Tiongkok-AS juga adalah gerakan 'kemerdekaan Taiwan'," kata Wang, dikutip Al Jazeera.

Gedung Putih mengatakan, Sullivan menggarisbawahi pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan namun tidak menjelaskan lebih lanjut.

Menariknya, sebelum pertemuan tersebut Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan China kembali mengirim 33 pesawat, termasuk pesawat tempur SU-30 dan enam kapal angkatan laut, di sekitar Taiwan.

Di antara armada tersebut, 13 pesawat tempur melintasi Selat Taiwan.