China Ikuti Barat, Revolusi ETF Aktif Resmi Dimulai



KONTAN.CO.ID - BEIJING. China resmi membuka babak baru dalam industri dana investasi dengan mengizinkan peluncuran exchange-traded fund (ETF) yang dikelola secara aktif atau actively managed ETF. Kebijakan yang diumumkan oleh regulator pasar modal China ini berpotensi mempercepat pertumbuhan industri ETF sekaligus membuka peluang lebih besar bagi manajer investasi global untuk memperluas bisnis mereka di Negeri Tirai Bambu.

Sebelumnya, pengelola ETF di China hanya diperbolehkan menawarkan enhanced index ETF, yakni produk yang tetap mengacu pada indeks tertentu dengan ruang penyimpangan portofolio yang terbatas. Melalui aturan baru ini, manajer investasi memiliki keleluasaan lebih besar dalam menentukan komposisi portofolio berdasarkan riset dan strategi investasi masing-masing tanpa harus terpaku pada indeks acuan.

Langkah tersebut mengikuti tren yang lebih dulu berkembang pesat di Amerika Serikat dan Eropa. Di pasar AS, ETF aktif menjadi salah satu segmen dengan pertumbuhan tercepat karena menawarkan fleksibilitas pengelolaan sekaligus efisiensi biaya yang menjadi ciri khas ETF.


Baca Juga: Goldman Sachs Rilis ETF Bitcoin Saat Harga Anjlok

Melansir Bloomberg (17/6), regulator pasar modal China atau China Securities Regulatory Commission (CSRC) bahkan langsung menyetujui hingga 17 ETF aktif dalam satu hari. Bersamaan dengan itu, regulator juga memangkas biaya pengelolaan ETF hingga 70% untuk meningkatkan daya saing produk tersebut terhadap reksa dana konvensional dan menarik lebih banyak investor ritel.

Sejumlah manajer aset global menyambut positif kebijakan ini. Perusahaan seperti JPMorgan Asset Management dan State Street selama ini memiliki kapabilitas pengelolaan investasi aktif yang belum dapat dimanfaatkan secara optimal dalam format ETF di China. Dengan hadirnya regulasi baru, perusahaan-perusahaan tersebut kini memiliki saluran distribusi baru untuk menjangkau pasar investasi China yang terus berkembang.

Analis menilai kebijakan ini dapat mempercepat transformasi industri manajemen aset China sekaligus memperluas pilihan investasi bagi investor domestik. Di sisi lain, persaingan antar manajer investasi diperkirakan akan semakin ketat seiring masuknya produk-produk aktif dengan strategi yang lebih beragam.

Baca Juga: ETF Aktif Laris, Laba BlackRock Melonjak di Kuartal I-2026