KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketegangan di sekitar Taiwan kembali meningkat setelah Penjaga Pantai China menggelar patroli terbaru di lepas pantai timur pulau tersebut. Taiwan menilai aktivitas itu sebagai upaya China memperluas pengaruh dan yurisdiksi di wilayah perairan yang diklaim Taipei. Penjaga Pantai Taiwan menyatakan, dua kapal Penjaga Pantai China terlibat dalam patroli tersebut. Taipei kemudian mengerahkan kapal-kapalnya untuk memantau pergerakan armada China.
Baca Juga: Ekspor Korea Selatan Melonjak 93,7% pada Oktober, Tertinggi Sejak 1974 China menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya. Namun, pemerintah Taiwan menolak klaim kedaulatan Beijing dan menegaskan memiliki hak berdaulat serta yurisdiksi atas zona ekonomi eksklusif di sebelah timur pulau tersebut. Dalam pernyataan pada Sabtu (31/10/2026), Penjaga Pantai Taiwan menilai patroli China berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran melalui komunikasi radio yang ditujukan kepada kapal-kapal di laut. “Upaya China mengganggu kapal-kapal di laut melalui komunikasi radio merupakan perluasan kekuasaan yang jelas, melanggar hukum internasional, merusak perdamaian dan stabilitas kawasan, serta menyimpang dari kenyataan,” kata Penjaga Pantai Taiwan. Taipei juga menegaskan China tidak memiliki yurisdiksi atas perairan Taiwan. Aktivitas patroli tersebut menambah intensitas kehadiran Penjaga Pantai China di sisi timur Taiwan sejak Juni lalu. Pemerintah Taiwan menilai pola patroli rutin itu berpotensi menjadi bagian dari latihan untuk menerapkan blokade maritim jika terjadi konflik.
Baca Juga: Liverpool vs Arsenal: The Reds Punya Rekor Buruk dalam 8 Pertemuan Terakhir Taiwan mencermati kemungkinan penggunaan berbagai aset, mulai dari militer, paramiliter, hingga kapal sipil, untuk mendukung skenario tersebut. Perairan di sebelah timur Taiwan memiliki arti strategis karena menjadi jalur pasokan dari negara-negara sekutu jika terjadi blokade atau konflik. Karena itu, peningkatan aktivitas kapal China di kawasan tersebut menjadi perhatian otoritas Taiwan. Dalam patroli terbaru, media pemerintah China juga menayangkan rekaman salah satu kapalnya yang menyampaikan pesan melalui radio. Kapal tersebut menyatakan sedang menjalankan penegakan hukum dan menawarkan bantuan jika diperlukan. Rekaman itu turut memperlihatkan sebuah kapal penangkap ikan yang tidak diidentifikasi. Selain di lepas pantai timur Taiwan, Penjaga Pantai China juga mengirim kapal lain mendekati Kepulauan Pratas yang dikuasai Taiwan, di bagian utara Laut China Selatan.
Baca Juga: Barcelona Bangkit, Hajar Alaves 6-1 dan Kokoh di Puncak LaLiga Penjaga Pantai Taiwan menyebut telah mengusir kapal-kapal Penjaga Pantai China dari perairan sekitar Pratas sebanyak 13 kali sepanjang tahun ini. Kepulauan Pratas tidak memiliki penduduk sipil permanen dan terletak di antara Taiwan bagian selatan dan Hong Kong. Lokasinya yang berjarak lebih dari 400 kilometer dari Taiwan membuat wilayah tersebut dinilai rentan terhadap potensi serangan China oleh sejumlah pakar keamanan.