China Jatuhkan Sanksi untuk Ajudan PM Jepang Takaichi Imbas Hubungannya dengan Taiwan



KONTAN.CO.ID - BEIJING. China menjatuhkan sanksi kepada anggota parlemen Jepang Keiji Furuya, ajudan dekat Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi, karena kolusinya dengan kekuatan kemerdekaan Taiwan, dalam langkah terbarunya dalam perselisihan diplomatik mengenai Taiwan.

Mengutip Reuters, Senin (30/3/2026),Kementerian Luar Negeri China mengatakan Beijing akan melarang Furuya memasuki China dan membekukan properti dan aset lainnya di negara itu yang berlaku segera.

Furuya, sebagai kepala kelompok anggota parlemen lintas partai Jepang-Taiwan, telah beberapa kali mengunjungi Taiwan mendampingi para pemimpin politik Jepang, terakhir kali awal bulan ini untuk bertemu dengan Presiden Lai Ching-te di Taipei.


Baca Juga: Selandia Baru Ingatkan Inflasi Akan Jauh Lebih Tinggi Jika Perang Iran Berlarut-larut

Kementerian China menuduh Furuya berkolusi dengan pasukan separatis di Taiwan, karena ia melakukan perjalanan ke pulau itu dengan mengabaikan penentangan keras dari China.

China, yang memandang Taiwan yang diperintah secara demokratis sebagai bagian dari wilayahnya, keberatan dengan kunjungan resmi para politisi asing ke pulau itu karena dianggap merusak prinsip "Satu China" dan klaim Beijing atas pulau tersebut.

Pemerintah Taiwan menolak klaim kedaulatan Beijing.

Kementerian tersebut mengatakan tindakan Furuya merupakan campur tangan yang sangat besar dalam urusan internal China, dan secara serius merusak kedaulatan dan integritas teritorial China.

Sebagai tanggapan, berbicara kepada wartawan di parlemen Jepang, Furuya mengatakan bahwa mengunjungi Taiwan adalah fungsi alami dari kelompok parlemen yang dipimpinnya, menambahkan bahwa ia belum pernah mengunjungi China daratan selama beberapa dekade dan tidak memiliki aset di sana, menurut Kyodo.

Furuya juga merupakan ajudan dekat Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi, mendukung pemilihannya sebagai pemimpin Partai Demokrat Liberal yang berkuasa tahun lalu.

Baca Juga: Perundingan WTO Buntu Pasca Brasil Memblokir Kesepakatan Bea Masuk E-Commerce

Hubungan antara Tokyo dan Beijing telah memburuk sejak Takaichi menyatakan pada November lalu bahwa serangan hipotetis Tiongkok terhadap Taiwan dapat memicu respons militer Jepang.

Awal tahun lalu, Beijing juga memberikan sanksi kepada anggota parlemen Jepang kelahiran Tiongkok, Seki Hei, atas pernyataannya mengenai berbagai isu, termasuk Taiwan.