China Kenakan Tarif Tambahan 55% untuk Daging Sapi Brasil Mulai Oktober



KONTAN.CO.ID - China akan mulai mengenakan tarif tambahan sebesar 55% terhadap impor daging sapi asal Brasil yang melebihi kuota tahunan mulai 1 Oktober 2026. Kebijakan ini meningkatkan total tarif impor daging sapi Brasil menjadi 67%.

Melansir Reuters Rabu (30/9/2026), Kementerian Perdagangan China mengatakan, tarif tambahan tersebut berlaku untuk impor yang melampaui kuota yang telah ditetapkan. Tarif tambahan 55% itu dikenakan di atas tarif impor standar sebesar 12%.

Baca Juga: Singapura Jadi Importir Minyak Terbesar ASEAN, Indonesia di Posisi Kedua


China menetapkan kuota impor daging sapi Brasil sebesar 1,1 juta ton pada tahun ini. Sebagai pembeli terbesar daging sapi Brasil, kebijakan China berpotensi memberikan tekanan terhadap ekspor komoditas tersebut dari Brasil.

Tarif tambahan tersebut sebenarnya telah diumumkan China pada Januari 2026 dan berlaku bagi seluruh pemasok. Kebijakan itu ditujukan untuk melindungi industri peternakan sapi domestik China.

Brasil Cari Alternatif Kuota

Pemerintah Brasil sebelumnya berupaya mencari cara untuk meningkatkan akses ekspor daging sapi ke China setelah kuota yang diberikan Beijing hampir habis.

Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva pada pekan lalu mengatakan Uruguay telah mengizinkan Brasil menggunakan surplus kuota ekspor daging sapi Uruguay ke China.

Namun, pelaku industri mengatakan China belum menyetujui penggunaan kuota ekspor Uruguay oleh Brasil, baik untuk tahun ini maupun tahun depan.

Baca Juga: Iran Serukan Pemilih AS Tolak Sekutu Trump, Pasukan AS Tinggalkan Irak

Sumber industri yang dikutip Reuters juga mengatakan China kemungkinan tidak akan menyetujui penggunaan kuota yang tidak terpakai dari negara lain, meskipun Brasil telah mencapai kesepakatan langsung dengan negara-negara tersebut.

Pada Mei lalu, Reuters melaporkan, Beijing telah menolak berulang kali upaya lobi Brasil agar diperbolehkan menggunakan kuota ekspor daging sapi negara lain.

Kementerian Perdagangan China belum memberikan komentar secara terbuka terkait permintaan Brasil tersebut.

Ekspor Brasil Tertekan

Pasar kini menantikan keputusan China mengenai keberlanjutan sistem kuota impor daging sapi pada 2027. Beijing diperkirakan akan menentukan kebijakan tersebut pada akhir tahun.

Kebijakan China juga menambah tekanan terhadap prospek ekspor daging sapi Brasil.

Baca Juga: Rupiah Menguat ke Rp17.900 Rabu (30/9) Pagi, Mata Uang Asia Bergerak Variatif

Asosiasi Industri Eksportir Daging Sapi Brasil (Abiec) memperkirakan total volume ekspor daging sapi Brasil akan turun sekitar 10% pada 2026 dibandingkan tahun sebelumnya.

Penurunan tersebut terjadi di tengah pembatasan impor dari China serta kebijakan serupa yang baru diterapkan Uni Eropa.

Dengan tambahan tarif 55%, eksportir Brasil akan menghadapi beban tarif yang jauh lebih tinggi untuk pengiriman yang melampaui kuota China. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi arus perdagangan daging sapi Brasil ke pasar konsumen terbesar tersebut.