China Makin Agresif, Taiwan Siapkan Skenario Perang dan Hadapi Blokade



KONTAN.CO.ID - TAIPEI. Taiwan menggelar latihan militer untuk menghadapi potensi blokade China, dengan mengerahkan angkatan laut dan penjaga pantai untuk mensimulasikan pengawalan kapal dagang di tengah meningkatnya tekanan maritim Beijing.

Latihan tersebut merupakan bagian dari latihan perang tahunan Han Kuang yang berlangsung selama 10 hari. Dalam skenario latihan, kapal penjaga pantai bersama angkatan laut mengawal kapal dagang menuju pelabuhan di pesisir timur Taiwan.

Kapal penyapu ranjau juga dikerahkan untuk membuka jalur pelayaran yang aman dan memandu kapal menuju pelabuhan. Taiwan menyebut latihan anti-blokade ini sebagai yang pertama dilakukan secara bersama-sama oleh angkatan laut dan penjaga pantai.


Latihan tersebut digelar ketika China meningkatkan aktivitas maritim di sekitar Taiwan. Sejak Juni, Beijing melakukan apa yang disebutnya sebagai "patroli penegakan hukum" di lepas pantai timur Taiwan, yang menuai kecaman dari Taipei dan memicu kekhawatiran di Amerika Serikat serta sejumlah negara Barat.

Baca Juga: Taiwan Ungkap Serangan Siber Berbasis AI Targetkan Instansi Pemerintah

Taiwan selama ini menilai blokade atau karantina maritim dapat menjadi salah satu opsi China untuk menekan pulau tersebut agar menyerah tanpa harus langsung melancarkan invasi.

Latihan Han Kuang tahun ini menguji sejumlah skenario menghadapi kemungkinan serangan China, termasuk upaya merebut Taiwan secara paksa. Pemerintah Taiwan yang terpilih secara demokratis menolak klaim kedaulatan Beijing atas pulau tersebut.

Presiden Taiwan Lai Ching-te pada Kamis juga meninjau kesiapan sipil menghadapi situasi darurat. Ia mengunjungi rumah sakit di New Taipei yang mengubah area parkir bawah tanah menjadi ruang perawatan darurat serta meninjau distribusi kebutuhan pokok di sebuah supermarket.

Lai didampingi sejumlah diplomat asing, termasuk perwakilan de facto Amerika Serikat, Israel dan Kanada. Taiwan diketahui mempelajari pengalaman Israel dalam membangun sistem pertahanan sipil.

Baca Juga: Taiwan Gelar Latihan Anti-Blokade di Tengah Tekanan Maritim China

"Kita menghadapi perubahan geopolitik regional bersama komunitas internasional," kata Lai saat mengunjungi supermarket tersebut.

Dalam latihan terpisah pada Rabu malam, tentara Taiwan memasang barikade logam, kawat berduri dan penghalang beton di jalan menuju sebuah jembatan penting di Taipei.

Jembatan tersebut dinilai menjadi salah satu jalur yang berpotensi digunakan pasukan China jika menyerang ibu kota Taiwan.

Peneliti Institute for National Defense and Security Research Chieh Chung mengatakan latihan itu menunjukkan pentingnya mencegah pasukan China menggunakan jembatan untuk mempercepat pergerakan menuju Taipei.

Baca Juga: Rupiah dan Dolar Taiwan Jadi Mata Uang Asia dengan Penguatan Terbesar Senin (10/8)

Latihan tersebut memperlihatkan bahwa Taiwan tidak hanya mempersiapkan kemampuan militer untuk menghadapi serangan langsung, tetapi juga skenario blokade dan gangguan terhadap jalur logistik serta infrastruktur vital.