China Pangkas Rasio Cadangan Risiko Valas Jadi 0%, Biaya Beli Dolar Turun



KONTAN.CO.ID - People's Bank of China (PBOC) resmi menghapus rasio cadangan risiko transaksi valas untuk kontrak forward tertentu, langkah yang secara efektif menurunkan biaya pembelian dolar AS oleh lembaga keuangan.

Dalam pernyataannya Jumat (27/2/2026), bank sentral China itu mengatakan rasio foreign exchange risk reserve untuk institusi keuangan yang membeli valuta asing melalui kontrak forward akan diturunkan dari 20% menjadi 0%, efektif mulai 2 Maret.

Baca Juga: IMF Kucurkan Pinjaman US$8,1 Miliar ke Ukraina, US$1,5 Miliar Cair Seketika


Kebijakan ini membalik keputusan September 2022, ketika PBOC menaikkan rasio cadangan risiko menjadi 20% guna membendung pelemahan cepat yuan dan arus keluar modal.

Saat itu, tekanan terhadap mata uang China meningkat seiring penguatan dolar AS dan pengetatan kebijakan moneter global.

Kini, situasinya berbalik. Yuan mencatat kenaikan tahunan terbesar terhadap dolar sejak 2020 pada tahun lalu, bahkan menembus level psikologis penting 7 per dolar. Momentum penguatan tersebut berlanjut hingga awal tahun ini.

Dengan menghapus rasio cadangan risiko, otoritas moneter secara tidak langsung membuat lindung nilai dan pembelian dolar menjadi lebih murah bagi perbankan dan pelaku pasar.

Langkah ini dipandang sebagai upaya menyeimbangkan kembali pergerakan yuan agar tidak terlalu terapresiasi tajam, sekaligus menjaga stabilitas nilai tukar.

Baca Juga: Paramount Skydance Ungguli Netflix dalam Perburuan Warner Bros

Kebijakan tersebut juga memberi sinyal bahwa PBOC kini lebih nyaman dengan kondisi pasar valas domestik, berbeda dengan dua tahun lalu ketika fokus utama adalah menahan depresiasi dan mencegah pelarian modal.

Bagi pasar global, keputusan ini menegaskan pendekatan fleksibel China dalam mengelola nilai tukar menggunakan instrumen administratif dan likuiditas untuk meredam volatilitas, bukan membiarkan pergerakan mata uang sepenuhnya ditentukan mekanisme pasar.