KONTAN.CO.ID - BEIJING. Pemerintah China resmi menurunkan tarif impor whisky menjadi 5% dari sebelumnya 10%. Kebijakan ini dinilai menjadi angin segar bagi industri whisky Inggris, terutama produsen Scotch whisky, setelah pertemuan tingkat tinggi antara pemimpin kedua negara yang bertujuan memperbaiki hubungan bilateral yang sempat tegang. Berdasarkan pernyataan Dewan Negara China, kebijakan penurunan tarif tersebut mulai berlaku pada 2 Februari mendatang.
Baca Juga: Trump Sebut Kedekatan Inggris Terhadap China Berbahaya, Starmer Kejar Peluang Ekonomi Kantor Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyebutkan, kesepakatan ini berpotensi memberikan nilai tambahan sekitar £250 juta (US$344,13 juta) bagi eksportir Inggris dalam lima tahun ke depan. Tarif Scotch whisky menjadi salah satu isu yang dibahas dalam pertemuan antara Starmer dan Presiden China Xi Jinping di Beijing pada Kamis (30/1). Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin sepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang perdagangan, investasi, dan teknologi.
China Pasar Kunci bagi Scotch Whisky
Data bea cukai menunjukkan China mengimpor whisky senilai US$445,5 juta sepanjang 2025, dengan sekitar 84% di antaranya berasal dari Inggris. Hal ini menegaskan posisi China sebagai salah satu pasar utama bagi ekspor Scotch whisky.
Baca Juga: China Akan Terbitkan Obligasi Khusus US$ 29 Miliar untuk Merekapitalisasi Asuransi Sebelumnya, pada 2017, Beijing menetapkan tarif sementara sebesar 5% untuk impor whisky. Namun, ketentuan tersebut dihapus pada 2025, yang secara efektif membuat tarif naik menjadi 10%. Dengan kebijakan terbaru ini, tarif kembali diturunkan ke level sebelumnya.
Sinyal Perbaikan Hubungan Dagang
Penurunan tarif ini dipandang sebagai sinyal positif dalam upaya kedua negara memperbaiki hubungan dagang dan diplomatik. Inggris dan China dalam beberapa tahun terakhir menghadapi ketegangan terkait isu geopolitik, keamanan, dan investasi teknologi.
Kesepakatan terbaru ini menunjukkan adanya pendekatan pragmatis untuk memperkuat hubungan ekonomi di tengah dinamika geopolitik global. Bagi industri Scotch whisky, kebijakan ini membuka peluang peningkatan daya saing harga di pasar China, sekaligus memperluas potensi ekspor dalam jangka menengah.