China Pangkas Tarif Produk Susu Uni Eropa, Ketegangan Dagang Mulai Melunak?



KONTAN.CO.ID - China resmi menurunkan tarif impor produk susu asal Uni Eropa dalam putusan final investigasi anti-dumping yang berlangsung selama 18 bulan.

Kebijakan ini menjadi respons atas tarif yang lebih dulu dikenakan Uni Eropa terhadap kendaraan listrik (EV) asal China.

Dalam pernyataan Kementerian Perdagangan China pada Kamis (12/2/2026), Beijing menetapkan tarif definitif sebesar 7,4% hingga 11,7% untuk produk susu Uni Eropa selama lima tahun ke depan, mulai berlaku 13 Februari.


Baca Juga: AI Dinilai Bisa Perkecil Kesenjangan Gender, Tapi Fakta Bicara Lain

Besaran ini jauh lebih rendah dibanding tarif sementara yang diumumkan pada Desember lalu, yakni berkisar 21,9% hingga 42,7%.

China, produsen susu terbesar ketiga di dunia, mengimpor produk susu dari Uni Eropa senilai sekitar US$589 juta pada 2024, relatif stabil dibanding 2023.

Dari jumlah tersebut, sekitar US$506,3 juta termasuk dalam cakupan investigasi anti-dumping.

Sebelumnya pada 3 Februari, Uni Eropa menyatakan telah menerima perhitungan final China terkait rencana bea anti-subsidi terhadap produk susu Eropa.

Kelompok industri juga menyebut kisaran tarif final berada di level 7,4%-11,7%, sejalan dengan pengumuman resmi Beijing.

Ini merupakan kali kedua dalam dua bulan terakhir China menurunkan tarif terhadap produk Uni Eropa yang sebelumnya menjadi sasaran kebijakan balasan atas tarif kendaraan listrik.

Baca Juga: CEO Hermes Sebut Jeffrey Epstein Predator Finansial, Klaim Dirinya Jadi Target

Pada Januari, Brussels telah mengeluarkan aturan rinci yang membuka kemungkinan penggantian tarif dengan skema komitmen harga minimum, opsi yang selama ini didorong Beijing.

Namun, perbedaan pandangan antara kedua pihak masih belum sepenuhnya terselesaikan.

Investigasi anti-dumping China terhadap produk susu Uni Eropa dimulai pada Agustus 2024. Langkah tersebut berdampak pada sejumlah eksportir utama seperti Prancis, Italia, Denmark, dan Belanda.

Produk yang menjadi sasaran mencakup susu dan krim tanpa pemanis, serta keju segar maupun olahan, termasuk varietas terkenal asal Prancis seperti Roquefort dan Camembert.

Selanjutnya: Bank Mandiri Ubah Status Rekening Dormant, Berlaku Mulai 5 April 2026

Menarik Dibaca: Harga Emas Dunia Tergelincir, tapi Bertahan di atas US$ 5.000