China Peringatkan Inggris usai Nasionalisasi British Steel, Minta Kompensasi



KONTAN.CO.ID - Pemerintah China menyatakan akan memantau secara saksama langkah pemerintah Inggris yang menasionalisasi British Steel, perusahaan baja yang sebelumnya dimiliki oleh produsen baja swasta asal China, Jingye Group.

Dalam pernyataan pada Sabtu (18/7/2026), Kementerian Luar Negeri China mengatakan Beijing akan mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingan sah perusahaan China apabila diperlukan.

Baca Juga: Del Bosque: Argentina Tim Tangguh, Spanyol Tak Boleh Terlena di Final Piala Dunia


"Masalah ini telah menarik perhatian luas di China," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri China.

Menurut Beijing, cara pemerintah Inggris menangani proses nasionalisasi tersebut akan berdampak langsung terhadap kepercayaan investor China terhadap iklim investasi di Inggris.

Selain itu, langkah tersebut juga dinilai akan memengaruhi persepsi publik di China mengenai kredibilitas pemerintah Inggris dalam memperlakukan investor asing.

Pemerintah China pun mendesak Inggris mencari solusi yang dapat diterima kedua belah pihak, termasuk mengatur mekanisme pemberian kompensasi kepada Jingye Group.

Sebelumnya, pada Kamis (16/7), pemerintah Inggris resmi mengambil alih sepenuhnya British Steel dengan alasan keamanan nasional.

Baca Juga: FIFA Menang Taruhan, Tiket Mahal Piala Dunia 2026 Tetap Laris Diburu Penonton

Perusahaan baja tersebut sebelumnya dimiliki oleh Jingye Group, namun terus mengalami kerugian dalam beberapa tahun terakhir.

Pekan lalu, Jingye Group menyatakan menginginkan kompensasi dari pemerintah Inggris atas kerugian investasi yang dialaminya akibat proses nasionalisasi British Steel.

TAG: