KONTAN.CO.ID - China memperingatkan akan memberikan respons tegas jika Uni Eropa (UE) menerapkan pembatasan terhadap perusahaan atau produk asal China. Kementerian Perdagangan China menyatakan, pemerintah akan mengambil langkah untuk melindungi industri dalam negeri apabila UE melanjutkan rencana pembatasan tersebut. Pernyataan itu merujuk pada laporan mengenai dokumen bersama yang disusun sejumlah negara anggota UE.
Baca Juga: Produksi Industri Jepang Turun 1,7% pada Agustus, di Bawah Ekspektasi Dokumen tersebut mendorong pembentukan instrumen untuk menghadapi praktik perdagangan yang dinilai tidak adil sekaligus memungkinkan blok tersebut mengambil langkah lebih tegas terhadap China. Kementerian Perdagangan China menilai instrumen tersebut merupakan bentuk tindakan proteksionis dan unilateral yang berpotensi mengganggu stabilitas hubungan perdagangan antara China dan UE. "Jika pihak Eropa terlibat dalam pembicaraan dan konsultasi dengan China, tetapi pada saat yang sama semakin menekan China, hal itu akan secara serius merusak kepercayaan bersama dan mengganggu keseluruhan proses konsultasi," kata Kementerian Perdagangan China dalam pernyataan yang dikutip Reuters, Selasa (29/9/2026). China juga disebut memiliki sejumlah opsi kebijakan untuk merespons langkah UE. Global Times melaporkan, mengutip seorang pengamat yang tidak disebutkan namanya, bahwa opsi tersebut dapat mencakup penyelidikan atas dugaan diskriminasi, penyelidikan keamanan terhadap industri dan rantai pasok, serta pemeriksaan terhadap dampak subsidi asing.
Baca Juga: Donald Trump Sebut Iran Akan Menyerah, tetapi Belum Tahu Kapan Peringatan tersebut dikaitkan Global Times dengan tulisan Noah Barkin, penasihat senior Rhodium Group untuk hubungan Eropa-China. Barkin menyebut, Jerman dan Prancis tengah memfinalisasi dokumen bersama yang akan mendorong Komisi Eropa mempercepat pengembangan instrumen yang menyerupai ketentuan Section 301 Amerika Serikat.
Section 301 memberikan kewenangan kepada pemerintah AS untuk mengambil tindakan terhadap praktik perdagangan asing yang dianggap tidak adil atau diskriminatif. Langkah yang tengah didorong sejumlah negara UE tersebut ditujukan untuk memperkuat posisi blok Eropa dalam menghadapi China di pasar Uni Eropa. Perkembangan ini berpotensi menambah ketegangan hubungan dagang China dan UE, yang sebelumnya telah menghadapi sejumlah perselisihan terkait akses pasar, subsidi dan kebijakan perdagangan.
Baca Juga: Qatar Dorong Kesepakatan Damai AS-Iran, Selat Hormuz Jadi Kunci