KONTAN.CO.ID - Asia Timur mendominasi daftar negara dan wilayah dengan pelajar berprestasi tertinggi di dunia pada 2026. Berdasarkan hasil
Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 yang dirilis
Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) pada September 2026, China menempati posisi pertama dengan skor rata-rata 578,7 poin untuk matematika, sains, dan membaca. Data tersebut mengukur kemampuan akademik pelajar berusia 15 tahun di 91 sistem pendidikan yang berpartisipasi. Penilaian mencakup tiga bidang utama, yaitu Matematika, Sains, dan Membaca.
Baca Juga: Daftar Negara dengan Tingkat Judi Online Tertinggi di Dunia 2026 Daftar 15 Negara dengan Pelajar Terpintar di Dunia 2026
Berikut 15 negara dan sistem pendidikan dengan skor rata-rata tertinggi dalam bidang matematika, sains, dan membaca.
- China (B-S-J-Z): 578,7 poin.
- Singapura: 552,7 poin.
- Taiwan (Chinese Taipei): 531,3 poin.
- Makau (China): 530,3 poin.
- Jepang: 522 poin.
- Korea Selatan: 516,3 poin.
- Estonia: 511,3 poin.
- Hong Kong (China): 499,3 poin.
- Inggris: 497,7 poin.
- Selandia Baru: 495,3 poin.
- Kanada: 495 poin.
- Irlandia: 493,3 poin.
- Australia: 492,7 poin.
- Swiss: 490 poin.
- Polandia: 487 poin.
Hasil tersebut memperlihatkan dominasi sistem pendidikan Asia Timur. Enam posisi teratas seluruhnya ditempati negara atau wilayah dari kawasan tersebut. Namun, terdapat catatan khusus untuk China. Skor yang digunakan dalam peringkat ini hanya mewakili empat wilayah, yakni Beijing, Shanghai, Jiangsu, dan Zhejiang. Keempat wilayah tersebut relatif lebih makmur sehingga hasilnya tidak dapat dianggap mewakili seluruh pelajar di China.
Baca Juga: Indonesia Peringkat 5, Ini Daftar Negara Penghasil Emisi Karbon Terbesar di Dunia Mengapa Pelajar Asia Timur Memiliki Skor PISA Tinggi?
Keberhasilan sistem pendidikan Asia Timur dalam PISA sering dikaitkan dengan sejumlah faktor, mulai dari kedisiplinan akademik hingga pengembangan kualitas tenaga pengajar. Mengutip
Visual Capitalist, sistem pendidikan di kawasan tersebut umumnya menekankan kurikulum yang ketat, kedisiplinan belajar, pengembangan kompetensi guru, serta ekspektasi orang tua yang tinggi terhadap pencapaian akademik anak. Penelitian mengenai keberhasilan akademik pelajar China juga menyoroti pengaruh budaya yang menghargai usaha dan pencapaian. Faktor tersebut dapat membentuk lingkungan belajar yang mendorong siswa untuk terus meningkatkan kemampuan mereka. Meski demikian, hasil PISA tidak membuktikan bahwa pelajar dari negara tertentu memiliki kemampuan bawaan yang lebih tinggi dibandingkan pelajar negara lain.
Baca Juga: PDB per Kapita Vietnam Diprediksi Lampaui Indonesia, Ini Proyeksi IMF Di Mana Posisi Indonesia?
Indonesia menempati peringkat ke-72 dari 91 sistem pendidikan yang berpartisipasi dalam PISA 2025. Skor rata-rata Indonesia mencapai 372,7 poin berdasarkan gabungan penilaian matematika, sains, dan membaca. Jika dilihat berdasarkan masing-masing bidang, pelajar Indonesia memperoleh Sains 389 poin, Matematika 364 poin, dan Membaca 365 poin. Posisi Indonesia berada di bawah sejumlah negara Asia Tenggara lainnya. Brunei Darussalam berada di peringkat ke-42 dengan rata-rata 433,3 poin, Thailand menempati posisi ke-55 dengan 410,3 poin, sedangkan Malaysia berada di peringkat ke-62 dengan 403 poin.
Filipina menyusul di posisi ke-74 dengan rata-rata 370,3 poin. Sementara itu, Kamboja berada di peringkat ke-76 dengan 365 poin. Perlu diperhatikan bahwa hasil PISA mengukur kemampuan akademik pelajar berusia 15 tahun dalam tiga bidang tertentu. Peringkat ini tidak dapat digunakan sebagai ukuran tunggal untuk menilai kecerdasan seluruh penduduk atau kualitas semua aspek sistem pendidikan suatu negara.
Baca Juga: 20 Negara dengan Iuran Terbesar ke PBB, Indonesia Peringkat Berapa?