China rombak sektor industri, terutama industri teknologi dan otomotif



KONTAN.CO.ID - BEIJING. Pemerintah China tampaknya sedang berfokus membenahi industri di negara tersebut. Terbaru, ada industri teknologi dan industri otomotif yang saat ini mencuri perhatian regulator China untuk dibenahi

Pertama, pemerintah China saat ini berusaha memecah Alipay Ant Group Co. dan membuat aplikasi terpisah untuk bisnis pinjamannya. Regulator berencana untuk membagi bisnis pinjaman Ant yang sangat menguntungkan, Huabei dan Jiebei untuk menjadi aplikasi independen.

Menurut laporan Financial Times, Ant tidak akan menjadi satu-satunya pemberi pinjaman online China yang terpengaruh oleh aturan baru tersebut.


Berdasarkan rencana tersebut, Ant juga akan menyerahkan data penggunanya yang selama ini digunakan untuk mendasari keputusan pinjamannya ke usaha patungan penilaian kredit baru dan sebagian akan dimiliki oleh negara. Ant dan Zhejiang Tourism Investment Group Co Ltd masing-masing akan memiliki 35% dari usaha tersebut.

Baca Juga: Shanghai menangguhkan sekolah, penerbangan akibat topan yang mendekati daratan China

Sementara itu, erusahaan-perusahaan yang didukung pemerintah akan mengambil saham yang cukup besar dalam usaha patungan Ant untuk pertama kalinya. Misalnya, Hangzhou Finance and Investment Group dan Zhejiang Electronic Port, yang masing-masing akan memegang kurang lebih sekitar 5% saham.

Regulator pun sebelumnya juga telah mengatakan kepada Ant agar kembali ke akarnya sebagai penyedia layanan pembayaran dan mereformasi bisnis pinjamannya pada bulan Desember lalu, beberapa minggu setelah pembatalan penawaran umum perdana di menit-menit terakhir.

Pada bulan April, regulator China dengan tegas meminta Ant untuk melakukan perombakan bisnis secara menyeluruh. Termasuk mengubah Ant menjadi perusahaan induk keuangan, dan mengubah dua bisnis pinjaman mikro yang menguntungkan Jiebei dan Huabei, menjadi perusahaan pembiayaan konsumen baru.

Langkah tersebut dilakukan regulator China yang merupakan bagian dari tindakan keras yang mencakup masalah antimonopoli dan privasi, data pengguna, dan mata uang kripto.

Di sektor otomotif, Menteri Industri dan Teknologi Informasi China Xiao Yaqing menyebutkan, pihaknya akan mendorong konsolidasi terhadap industri kendaraan listrik (EV) mengingat saat ini negara tersebut memiliki terlalu banyak produsen EV.

Xiao juga mengatakan bahwa kementerian sedang mempercepat solusi alternatif untuk mengatasi kekurangan pasokan chip otomatis.

Kekurangan chip global yang berkepanjangan telah mempengaruhi produsen mobil besar, termasuk Ford Motor, Honda Motor, dan Volkswagen, memaksa banyak orang untuk menganggur atau mengurangi produksi.

Asal tahu saja, regulator pasar China pekan lalu juga telah mendenda tiga perusahaan penjualan chip mobil karena menaikkan harga. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu produksi mobil di pasar kendaraan terbesar di dunia itu.

Selanjutnya: China akan konsolidasikan industri kendaraan listrik yang penuh sesak

Editor: Khomarul Hidayat