China Siapkan Dukungan Fiskal Tambahan untuk Menopang Pertumbuhan Ekonomi



​KONTAN.CO.ID - China akan menyiapkan kebijakan fiskal tambahan secara tepat waktu untuk menopang pertumbuhan ekonomi di tengah momentum perekonomian yang mulai melemah.

Mengutip Reuters, Jumat (21/8/2026), Wakil Menteri Keuangan China Liao Min mengatakan pemerintah akan merespons perkembangan ekonomi dengan menerapkan langkah-langkah kebijakan fiskal tambahan sesuai kebutuhan.

Baca Juga: Rupiah dan Mata Uang Asia Menguat terhadap Dolar AS Jumat (21/8), Won Korea Terkuat


China juga akan mempertahankan kesinambungan dan stabilitas kebijakan makroekonomi. Pemerintah akan merencanakan dan mengalokasikan sumber daya fiskal dalam jangka waktu yang lebih panjang.

"Pengeluaran fiskal harus lebih dioptimalkan, dengan fokus lebih besar pada investasi pada masyarakat dan peningkatan konsumsi domestik," kata Liao dalam konferensi pers.

Pernyataan tersebut disampaikan ketika perekonomian China mulai kehilangan momentum pertumbuhan.

Fokus Konsumsi Domestik

Para pemimpin China dalam pertemuan Politbiro pada Juli lalu telah berjanji mendukung perekonomian yang melambat dengan mempercepat pengeluaran fiskal untuk proyek-proyek infrastruktur yang telah masuk dalam anggaran.

Pemerintah memilih mempercepat proyek yang sudah dianggarkan hingga akhir tahun, ketimbang menyiapkan stimulus besar yang baru.

Baca Juga: Bursa Australia Melemah Jumat (21/8), Saham Teknologi dan Properti Jadi Beban

Langkah tersebut menunjukkan fokus pemerintah China untuk memberikan dukungan terhadap pertumbuhan tanpa melakukan stimulus agresif yang berpotensi meningkatkan risiko fiskal.

Di sisi moneter, bank sentral China pada awal bulan ini mengatakan akan mempertahankan kebijakan moneter yang "cukup longgar" dan menerapkan langkah-langkah yang praktis serta efektif sesuai kebutuhan.

Namun, bank sentral belum memberikan sinyal mengenai kemungkinan penurunan suku bunga kebijakan maupun rasio giro wajib minimum perbankan.

Reformasi Fiskal

Liao juga mengatakan pemerintah China akan memperdalam reformasi fiskal dan perpajakan serta meningkatkan sistem pengelolaan anggaran.

Pemerintah juga akan membangun kerangka hubungan fiskal antara pemerintah pusat dan daerah yang lebih jelas, dengan pembagian tanggung jawab yang lebih tegas serta pembangunan regional yang lebih seimbang.

Baca Juga: Pasar Asia Tertekan Jumat (21/8), Imbal Hasil Obligasi dan Harga Minyak Tetap Tinggi

China juga menegaskan pencegahan akumulasi utang tersembunyi baru oleh pemerintah daerah secara ilegal harus tetap menjadi "disiplin yang tidak boleh dilanggar".

Menurut Liao, risiko fiskal di sejumlah wilayah penting juga harus dikurangi secara bertahap.

Kebijakan tersebut mencerminkan upaya Beijing untuk menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus mengendalikan risiko utang dan fiskal yang selama ini menjadi salah satu tantangan utama perekonomian China.