KONTAN.CO.ID - BEIJING. Pemerintah China menyiapkan suntikan modal besar-besaran ke sejumlah perusahaan asuransi dan bank milik negara sebagai bagian dari upaya memperkuat stabilitas sektor keuangan serta menopang pertumbuhan ekonomi. Kementerian Keuangan China akan menggelontorkan dana gabungan sekitar US$54 miliar kepada perusahaan asuransi dan perbankan milik negara. Sejumlah perusahaan mengumumkan rencana tersebut pada Minggu (6/9/2026). China Life Insurance (Group) Co, perusahaan asuransi jiwa terbesar di China, akan menerima suntikan modal sebesar 35 miliar yuan atau sekitar US$5,2 miliar. Sementara itu, China Taiping Insurance Group akan memperoleh tambahan modal sebesar 7 miliar yuan.
Langkah serupa juga ditempuh People's Insurance Company (Group) of China. Perusahaan tersebut berencana menghimpun dana hingga 15 miliar yuan melalui penempatan saham A secara privat kepada Kementerian Keuangan China. Dana hasil aksi korporasi tersebut akan digunakan untuk memperkuat permodalan perusahaan.
Baca Juga: AS Kembali Dorong Perdamaian Rusia-Ukraina, Utusan Trump Temui Zelensky Inisiatif ini diperkirakan dapat memperkuat kapasitas perusahaan asuransi milik negara yang sebelumnya diarahkan untuk mendukung pasar saham melalui investasi berjangka menengah dan panjang. Selain itu, perusahaan asuransi negara juga berpotensi memainkan peran lebih besar dalam membantu regulator menangani perusahaan asuransi berukuran kecil yang memiliki risiko lebih tinggi.
Dorong Stabilitas Sektor Keuangan China
Suntikan modal tersebut dilakukan ketika industri asuransi China menghadapi tekanan terhadap profitabilitas akibat suku bunga yang terus berada pada level rendah. Sejumlah perusahaan asuransi kecil dan menengah juga melaporkan penurunan rasio solvabilitas, sehingga penguatan modal menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga ketahanan industri. China Export and Credit Insurance Corp juga mengumumkan bahwa Kementerian Keuangan akan menyuntikkan modal sebesar 10 miliar yuan untuk meningkatkan modal inti perusahaan. Sementara itu, China Reinsurance (Group) akan menghimpun tambahan modal sebesar 3 miliar yuan. China Life menyebut suntikan modal tersebut sebagai langkah penting untuk memperkuat kemampuan sektor keuangan dalam mendukung perekonomian nasional. "Suntikan modal tersebut merupakan langkah penting yang dilakukan negara untuk meningkatkan kemampuan sektor keuangan dalam melayani perekonomian riil serta mendorong pengembangan industri keuangan dan asuransi yang berkualitas tinggi," kata China Life dalam pernyataannya. Perusahaan menambahkan bahwa tambahan modal tersebut akan memperkuat kemampuan grup dalam menghadapi berbagai risiko. China Taiping juga mengatakan dana tambahan akan digunakan untuk memperkuat solvabilitas dan sejumlah indikator utama perusahaan lainnya.
Tiga Bank Negara China Dapat Suntikan 290 Miliar Yuan
Tidak hanya sektor asuransi, pemerintah China juga memperkuat permodalan bank-bank milik negara. Tiga bank negara pada Minggu mengumumkan akan menerima suntikan modal gabungan sebesar 290 miliar yuan. Rencana tersebut pertama kali diumumkan dalam pertemuan parlemen tahunan China pada Maret 2026. Kebijakan tersebut merupakan perpanjangan dari instrumen pembiayaan yang sebelumnya digunakan untuk memperkuat sejumlah bank besar milik negara pada tahun lalu. Agricultural Bank of China dan Industrial and Commercial Bank of China (ICBC), yang merupakan dua bank negara terbesar di China, masing-masing berencana menghimpun hingga 160 miliar yuan dan 100 miliar yuan. Kedua bank akan melakukan penempatan saham A secara privat kepada Kementerian Keuangan China, China National Tobacco Corp serta anak-anak perusahaannya.
Baca Juga: Bos FIFA Bungkam Soal Batal Jual Saham Piala Dunia US$20 Miliar Seluruh dana yang diperoleh akan digunakan untuk memperkuat modal inti Tier 1. Langkah tersebut diharapkan membantu bank mempertahankan ekspansi kredit ketika pemerintah China semakin mengandalkan bank-bank milik negara untuk menopang pertumbuhan ekonomi.
Permintaan Kredit China Masih Lemah
Penguatan modal perbankan dilakukan di tengah tantangan ekonomi China yang masih menghadapi lemahnya permintaan kredit. Permintaan pinjaman yang rendah menjadi salah satu hambatan berkelanjutan bagi perekonomian terbesar kedua di dunia tersebut. Kondisi ini turut menekan profitabilitas industri perbankan.
Dengan tambahan modal, bank-bank negara diharapkan memiliki kapasitas yang lebih besar untuk menyalurkan kredit dan mendukung aktivitas ekonomi, sekaligus mempertahankan kemampuan menghadapi risiko di tengah tekanan terhadap sektor keuangan. Sementara itu, Export-Import Bank of China, salah satu dari tiga bank kebijakan utama China, mengatakan Kementerian Keuangan akan menyuntikkan modal sebesar 30 miliar yuan. Tambahan tersebut secara efektif akan memperkuat basis modal bank dan meningkatkan kapasitasnya dalam menjalankan fungsi pembiayaan yang mendukung kebijakan ekonomi pemerintah. Langkah terkoordinasi terhadap bank dan perusahaan asuransi negara ini menunjukkan upaya Beijing memperkuat fondasi sektor keuangan sekaligus memastikan lembaga keuangan memiliki kapasitas permodalan yang memadai untuk menopang perekonomian riil.