China Tawarkan Dukungan Infrastruktur Kereta Api kepada Vietnam



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. China menawarkan peningkatan kerja sama dengan Vietnam di bidang infrastruktur perkeretaapian, mulai dari pembiayaan, teknologi, pelatihan, hingga penguatan kapasitas industri.

Pernyataan bersama yang dirilis Kementerian Luar Negeri China pada Jumat menyebut Beijing akan mendorong perusahaan-perusahaannya untuk berpartisipasi dalam proyek pembangunan jalur kereta di Vietnam.

Kesepakatan ini muncul setelah pertemuan antara Presiden China Xi Jinping dan Presiden Vietnam To Lam pada Rabu lalu.


Kedua negara menilai kerja sama di sektor perkeretaapian dapat menjadi “titik terang baru” dalam hubungan strategis mereka. Hal ini sejalan dengan dorongan kedua pemimpin untuk memperkuat konektivitas transportasi dan logistik.

Baca Juga: China Sebut Aktivitas Militernya di Sekitar Taiwan Wajar, Ketegangan Meningkat

Vietnam sendiri merupakan mitra dari inisiatif Belt and Road Initiative yang menjadi proyek unggulan China dalam membangun jalur transportasi antara Asia dan Eropa. Banyak proyek dalam inisiatif tersebut didanai melalui pinjaman dan investasi lembaga milik negara China.

Dalam pertemuan tersebut, Xi Jinping menekankan pentingnya kedua negara menjaga kejelasan strategis tingkat tinggi dan memprioritaskan keamanan politik. Kunjungan To Lam ke China menjadi perjalanan luar negeri pertamanya sejak terpilih sebagai Presiden Vietnam pekan lalu.

Menurut kantor berita resmi Xinhua, dari total 32 dokumen kerja sama yang ditandatangani, beberapa di antaranya mencakup studi kelayakan proyek kereta api dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia di sektor tersebut.

Baca Juga: Pengiriman iPhone di China Melonjak 20% pada Kuartal I Saat Pasar Smartphone Melemah

Selain perkeretaapian, China dan Vietnam juga sepakat memperkuat hubungan di sektor penerbangan, keamanan, teknologi, energi baru, dan mineral kritis.

Di sektor penerbangan, maskapai berbiaya rendah Vietnam, Vietjet, menandatangani perjanjian pembiayaan sewa dengan SPDB Financial Leasing untuk 10 unit pesawat berbadan sempit C909 buatan COMAC yang berbasis di Shanghai.

Kerja sama yang semakin luas antara China dan Vietnam ini dipandang dapat memperkuat integrasi ekonomi regional, sekaligus membuka peluang baru bagi pengembangan infrastruktur dan industri di Asia Tenggara.