China Tertarik Proyek Listrik di Papua



JAKARTA. Jauh-jauh hari, investor sudah melirik rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua membangun pembangkit listrik tenaga air. Sejumlah perusahaan swasta dalam dan luar negeri menjajaki pembangkit yang memanfaatkan aliran Sungai Urumuka di Kabupaten Mimika itu. Gubernur Papua Barnabas Suebu mengatakan, telah berhasil menuntaskan studi kelayakan proyek yang diperkirakan menelan dana Rp 5 triliun itu. "Ada perusahaan China namanya China Hydro berminat sekali untuk mengerjakan proyek ini," ujar Barnabas sesuai rapat dengar pendapat dengan Badan Anggaran DPR, Kamis (11/2).Barnabas optimistis proyek ini dapat diselesaikan pada 2015. Dengan begitu, krisis listrik yang terjadi di Papua dapat berkurang. Pembangkit yang menghasilkan 300 MW ini dapat mengalirkan listrik untuk masyarakat yang berada di lima kabupaten sekitar Timika, Papua Selatan. Selain itu, setrum yang dihasilkan dari pembangkit listrik itu akan dijual kepada PT Freeport Indonesia. Freeport membutuhkan pasokan listrik sekitar 200 megawatt, guna mendukung operasional pertambangan di Kabupaten Mimika, Timika. "Tiap tahun kita bisa jual listrik Rp 2 triliun ke Freeport," ujar Barnabas. Dengan begitu Pemprov Papua bisa meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) untuk tahun-tahun mendatang. Saat ini, Papua hanya menghasilkan PAD sebesar Rp 500 miliar setiap tahun. Jumlah ini sangat kecil dibandingkan dengan potensi kekayaan alam di Papua yang sangat berlimpah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Tri Adi