Chitose bikin toko pertama di Surabaya



JAKARTA. Perusahaan furnitur PT Chitose Internasional Tbk (CINT) akan merealisasikan pembangunan flagship shop tahun ini. Pembangunan jaringan toko ini bertujuan untuk meningkatkan penetrasi pasar di segmen ritel.

Fadjar Swatyas, Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan PT Chitose Internasional Tbk menyatakan, flagship shop pertama yang akan diresmikan perusahaan ini berada di Surabaya Jawa Timur. Flagship shop tersebut menempati lahan seluas 600 meter persegi (m²).

Adapun alasan perusahaan memilih Surabaya karena kota tersebut merupakan pintu gerbang wilayah Indonesia Timur. "Pembangunan flagship shop akan menguntungkan kami," kata Fadjar kepada KONTAN, Kamis (25/2)


Dalam skenario, pembangunan flagship shop di Surabaya akan rampung tahun ini. Selain di Surabaya, Chitose akan membangun dua unit flagship shop di daerah Jabodetabek dan Bandung. Namun untuk rencana ini, Fadjar belum bersedia menjelaskannya secara detail.

Untuk melancarkan ekspansi tersebut, Chitose telah mempersiapkan investasi Rp 30 miliar. Agar penjualan furnitur lancar, Chitose mengandalkan produksi furnitur dari pabrik di Cimahi, Jawa Barat. Pabrik ini memiliki kapasitas produksi 1,2 juta pieces furnitur per tahun.

Selain pabrik lama, saat ini Chitose sedang menyusun pembangunan pabrik kedua dengan luas 6.600 m². Adapun  kapasitas terpasang sekitar 300.000 pieces per tahun. Nilai investasi untuk pabrik kedua tersebut tercatat Rp 21 miliar. "Kami bangun mulai Maret tahun ini," kata Fadjar.

Pabrik kedua akan dipersiapkan untuk memproduksi furnitur tujuan pasar ekspor. Saat ini, negara yang menjadi incaran pasar baru bagi Chitose adalah Asia Tenggara yang sudah terikat perjanjian perdagangan bebas atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Produk yang akan diekspor Chitose ke ASEAN antara lain kursi kantor, sekolah, dan lain-lain.

Di pasar ekspor, Chitose telah memiliki rekam jejak  pemasaran ekspor ke Jepang. Hingga saat ini, Chitose masih mengekspor kursi piano merek Roland, serta ranjang rumahsakit ke Jepang. Tahun 2015, Chitose juga mengekspor sebanyak 2.085 unit kursi piano ke Jepang.

Meski membidik pasar baru di pasar domestik dan ekspor, namun Fadjar enggan menyebutkan target pendapatan mereka tahun ini. "Yang jelas, kami target pertumbuhan positif tahun ini dibandingkan tahun lalu. Begitu juga untuk ekspor," kata Fadjar.

Sekadar gambaran, Chitose mencatat pendapatan kuartal III-2015 senilai Rp 225,14 miliar atau naik 5,8% ketimbang pendapatan pada kuartal III-2014 senilai Rp 212,72 miliar. Adapun pendapatan kuartal III-2015 berasal dari penjualan di pasar domestik senilai Rp 217,32 miliar. Adapun ekspor hanya berkontribusi sekitar Rp 7,8 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News