KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produsen furnitur, PT Chitose Internasional Tbk (
CINT) fokus menjalankan berbagai program efisiensi operasional dan modernisasi fasilitas produksi pada 2026. Direktur PT Chitose Internasional Tbk, R. Nurwulan Kusumawati, mengatakan efisiensi operasional yang akan dijalankan meliputi pengelolaan rantai pasok, pengendalian biaya produksi, serta manajemen persediaan.
Tujuan strategi ini ialah untuk menjaga lead time dan memastikan produk berkualitas terkirim tepat waktu sesuai kebutuhan dan persyaratan. Dengan begitu, lanjutnya, Chitose mampu memenuhi kebutuhan institusi pendidikan dan sektor lainnya di berbagai wilayah dengan karakteristik logistik yang beragam. Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, perseroan juga melanjutkan modernisasi fasilitas produksi melalui pembaruan mesin serta peningkatan otomasi pada lini tertentu.
Baca Juga: Chitose Internasional (CINT) Bidik Pertumbuhan Kinerja pada 2026 "Upaya ini memungkinkan proses produksi yang lebih efisien, meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung kemampuan Chitose dalam memenuhi permintaan dalam skala besar dan cakupan wilayah nasional," ujar Nurwulan dalam siaran pers, Rabu (21/1/2026). Ia melanjutkan, pemulihan bertahap pasar furnitur domestik turut memberikan dorongan positif bagi kinerja perseroan. Momentum ini dimanfaatkan dengan memperkuat portofolio produk serta memperluas penetrasi pasar ke wilayah-wilayah dengan potensi pertumbuhan yang masih terbuka. Untuk diketahui, hingga kuartal III-2025, Chitose mencatatkan penjualan sebesar Rp 324,29 miliar dan laba bersih sebesar Rp 10,23 miliar, tumbuh 53,06% secara tahunan (YoY). Kinerja tersebut ditopang oleh segmen pendidikan dan peralatan kantor yang masing-masing membukukan penjualan Rp 156,67 miliar dan Rp 161,34 miliar. “Sepanjang 2025 kami memperkuat fundamental operasional dan menjaga keberlangsungan produksi di tengah tantangan biaya dan kondisi global. Ke depan, kami melihat peluang pertumbuhan yang semakin terbuka, khususnya seiring meningkatnya belanja sektor pendidikan dan institusi,” ujar Nurwulan.
Tahun ini, Chitose ingin memperkuat partisipasi dalam penyediaan dan distribusi produk furnitur bagi sektor pendidikan. Chitose memperluas jangkauan distribusi hingga ke pelosok negeri dan wilayah perbatasan guna mendukung pemerataan akses sarana pendidikan di seluruh Indonesia.
"Fokus kami juga pada kontribusi berkelanjutan dalam mendukung fasilitas pendidikan hingga ke pelosok dan wilayah perbatasan sebagai bentuk kontribusi nyata dalam membangun negeri,” tutup Nurwulan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News