Chitose International genjot pasar ekspor



JAKARTA. PT Chitose International Tbk membidik kenaikan porsi ekspor menjadi 7% atau Rp 15 miliar tahun ini. Hal tersebut ditandai dengan adanya kontrak pembelian dengan Arab Saudi dan Hongkong pada Indonesia Furmiture Expo 2016 beberapa waktu lalu.

Direktur Pemasaran Timotius Jusuf Paulus mengatakan nilai ekspor Arab Saudi dan Hongkong tersebut cukup besar yaitu sekitar Rp 3 miliar.

"Ada order dari Jepang yang tertarik untuk memasarkan produk kami di Jepang," ujar Timotius di Jakarta tanpa menyebutkan nilai pembeliannya pada Senin (18/04).


Selain Jepang, kata Timotius, perusahaan berkode saham CINT sudah mendapat order dari Singapura yang nilainya cukup signifikan. Termasuk order dari Roland Jepang untuk kursi piano selama 3 tahun.

"Setiap bulannya kami akan kirimkan 2.058 unit," terang Timotius

Di pasar domestik, CINT berhasil memenangkan kontrak pengadaan barang dan jasa pemerintah berupa e-catalog. Tanpa menyebutkan nilai kontrak, Timotius bilang produk CINT sudah didaftarkan dan menjadi standar produk bagi lembaga-lembaga pemerintahan di Indonesia.

Selain itu, perseroan juga telah menandatangani kontrak dengan PT KAI Commuter Line untuk pengadaan kursi sandar dan tempat sampah di 20 stasiun di Jakarta.

"Nilainya kurang lebih Rp 2 miliar," jelas Timotius.

Sementara di kuartal I tahun ini, CINT akan memulai pembangunan pabrik kedua di Cimahi yang diharapkan bisa selesai tahun ini. Direktur Keuangan sekaligus Sekretaris Perusahaan Fadjar Swatyas mengatakan kapasitas produksi akan naik menjadi 25% atau akan menghasilkan 30 ribu unit per bulan.

"Dari pabrik kedua ini akan menghasilkan produk high end," kata Fadjar di Jakarta pada Senin (18/04).

Sementara pembangunan flag ship di Surabaya yang dimulai pembangunannya di awal bulan depan, juga diharapkan sudah selesai tahun ini.

Total investasi untuk dua pembangunan itu berkisar di Rp 32 miliar.

Dengan beragam kontrak dan proyek yang sudah didapat, maka perusahaan yakin penjualan tahun ini bisa naik 7% dari tahun lalu yaitu Rp 336,5 miliar. Dengan rincian ekspor Rp 15 miliar, penjualan business to customer Rp 5,5 miliar, proyek Rp 26 miliar, dan regular bisnis Rp 290 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News