CIC dikabarkan gantikan Northstar di DOID dalam waktu dekat



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Spekulasi pasar perusahaan investasi Northstar Equity Patners melepas 37,9% kepemilikan saham di PT Delta Dunia Makmur (DOID) kembali mencuat. Kabar yang beredar, China Investment Corporation (CIC) siap menampung saham Northstar. Transaksi jual beli saham ini kabarnya sudah dekat. 

Dua sumber Kontan.co.id menyebut, Northstar siap melepas saham DOID ke CIC, meski merugi.  

“Deal bahkan sudah mengerucut pada harga tertentu,” tandas sumber tersebut tanpa bersedia menyebut harga kesepakatan kedua pihak. 


Hanya sumber lain yang menyebut, Northstar akan melepas DOID di kisaran harga Rp 650 sampai Rp 670 per saham. Jika merujuk harga penutupan kemarin (10/1), harga ini lumayan tinggi lantaran penutupan Rabu lalu, harga DOID di level Rp 580 per saham.

Hanya jika merujuk harga pembelian di tahun 2009, Northstar jual dalam kondisi merugi lantaran dalam dua kali transaksi, harga pembelian saat itu di harga Rp 1.350 dan Rp 1.400 per saham. 

CIC memang bukan investor baru Northstar, serta DOID. Tahun 2010, CIC bersama-sama pengelola dana investor seperti TPG Capital dan Government of Singapore Investment Corporation (GIC) serta Northstar Equity Patner  memiliki saham di Northstar Tambang Persada (NTP). Lewat perusahaan ini pula, mereka menjadi pemilik sekitar 40% saham DOID.

Jika deal ini kelar, CIC akan menggantikan Nortstar sebagai pemegang saham pengendali di DOID.

Direktur Keuangan Delta Dunia Makmur Tbk Eddy Porwanto Poo mengaku tak mengetahui kabar tersebut. “Saya paham banyak rumor. Kalau memang ada yang beli (investor baru), kami pasti umumkan,” ujar Eddy kepada Kontan.co.id. 

Sebelum nama CIC keluar, perusahaan tambang besar seperti PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Tiara Marga Trakindo dan satu perusahaan asal Tingkok disebut-sebut akan mengambil alih saham Northstar di DOID.

Yang jelas, menutup tahun 2018, Delta Dunia Makmur Tbk mencatat kenaikan laba bersih yang cukup oke di sepanjang  2018. Upaya efisiensi menjadikan DOID berhasil mencatatkan kenaikan laba bersih 62% menjadi US$ 75,64 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi