Cigna Makin Moncer dengan Bisnis Affinity



JAKARTA. Tak seperti banyak perusahaan asuransi jiwa lain yang menggenjot penjualan premi lewat agen penjual, Asuransi Cigna masih setia mengandalkan jalur bisnis affinity untuk mendongkrak kinerja. Makanya, tahun ini Cigna menargetkan bisa menambah empat mitra bisnis affinity.

Model bisnis affinity adalah bisnis asuransi yang menjual produk lewat mitra bisnis yang sudah memiliki pelanggan sendiri. Presiden Direktur Cigna Christine Setyabudhi, memberi contoh, mitra bisnis affinity terbaru yang berhasil mereka gaet di awal tahun ini adalah Bank OCBC NISP.

Lewat kerja sama yang diteken kemarin, Cigna akan menawarkan produk asuransi Income Protection dan Medi Plan kepada para nasabah NISP.


Selain NISP, Cigna sudah menggaet tidak kurang dari 22 mitra bisnis affinity yang berasal dari perusahaan jasa keuangan. Rinciannya, 20 perbankan dan 2 perusahaan pembiayaan. Mereka antara lain: Bank Mandiri, Bank BNI, CIMB Niaga, Bank Danamon, Astra Credit Companies (ACC), dan Toyota Astra Financial (TAF) Services.

Dengan penambahan empat mitra baru, tahun ini Cigna berharap bisa meningkatkan pendapatan premi hingga 22% dari 2009.

Sepanjang tahun lalu, Cigna mengantongi pendapatan premi sebesar Rp 861 miliar. Artinya, tahun ini perusahaan asuransi yang berkantor pusat di Philadelphia, Amerika Serikat ini mengincar pendapatan premi paling tidak sebesar Rp 1 triliun.

Soal pendapatan premi, Christine bilang, selama ini didominasi oleh penjualan melalui jalur distribusi telemarketing. "Nilainya mencapai sekitar 80% dari total bisnis perusahaan," ucapnya. Sisanya berasal dari jalur distribusi bancassurance.

Menurut Christine, bisnis affinity jelas menguntungkan. Sebab, perusahaan asuransi tak perlu repot mencari nasabah, karena mitra bisnis sudah memiliki nasabah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Johana K.