KONTAN.CO.ID – JAKARTA. CIMB Group Holdings Berhad membantah kabar yang menyebutkan rencana privatisasi saham PT Bank CIMB Niaga Tbk (
BNGA) di tengah isu delisting bank tersebut dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam hal ini, CIMB Group menegaskan belum mengambil keputusan maupun mengajukan proposal formal terkait kemungkinan privatisasi CIMB Niaga. “Grup belum mengambil keputusan maupun mengajukan proposal formal terkait kemungkinan privatisasi saham CIMB Niaga,” tulis manajemen CIMB Group dalam keterangan tertulis, Kamis (22/10/2026).
Baca Juga: Premi Asuransi Kesehatan Industri Asuransi Jiwa Tumbuh 12,01% per Agustus 2026 CIMB Group juga menegaskan CIMB Niaga tetap menjadi bagian integral dari operasional regional grup. Induk usaha tersebut menyatakan tetap berkomitmen melanjutkan kegiatan operasionalnya di Indonesia. Selain itu, CIMB Group menyatakan akan terus memenuhi seluruh ketentuan regulator yang berlaku, termasuk persyaratan minimum free float atau batas minimum kepemilikan saham publik, secara tepat waktu dan terstruktur. Sebelumnya, Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan juga menyebut pihaknya masih mengkaji sejumlah opsi untuk memenuhi ketentuan terbaru BEI mengenai batas minimum
free float sebesar 15% yang berlaku pada Maret 2028 mendatang. “Kami saat ini masih melakukan assessment terhadap beberapa opsi,” kata Lani kepada Kontan, Rabu (21/10/2026). Lani memastikan CIMB Niaga berkomitmen mematuhi peraturan yang berlaku dan berkonsultasi dengan regulator dalam setiap proses pengambilan keputusan terkait bisnis perseroan. Sebelumnya, media Malaysia The Star melaporkan bahwa CIMB Group mempertimbangkan sejumlah opsi terkait kepemilikan sahamnya di CIMB Niaga sebab valuasi saham CIMB Niaga dinilai masih berada di bawah nilai fundamentalnya. Disebutkan bahwa terdapat tiga opsi yang dapat dipertimbangkan CIMB Group untuk memenuhi ketentuan free float, yakni penempatan saham kepada investor strategis, penawaran umum perdana saham kembali atau re-IPO, serta privatisasi.
Baca Juga: Pembiayaan Multiguna iB Hijrah Bank Muamalat Tumbuh 11,8% per September 2026 CIMB IB menilai re-IPO berpeluang kecil dilakukan di tengah kondisi pasar modal Indonesia saat ini. Privatisasi pun disebut sebagai salah satu opsi yang dinilai lebih strategis dan kredibel dalam analisis tersebut. Di sisi lain, CIMB IB melihat prospek jangka panjang Indonesia tetap positif. CIMB Niaga juga dinilai memiliki sejumlah keunggulan bisnis, antara lain pada segmen wealth management, perbankan korporasi, konektivitas ASEAN, layanan bagi nasabah affluent, serta perbankan syariah.
Berdasarkan laporan terpisah MBSB Investment Bank Bhd, kepemilikan CIMB Group di CIMB Niaga mencapai 92,5%. MBSB Investment Bank memperkirakan, apabila privatisasi dilakukan pada harga Rp 1.550 per saham, nilai pembelian saham diperkirakan mencapai Rp 2,95 triliun atau setara RM 670 juta. Sementara itu, jika menggunakan premi 30% dari harga tersebut, nilai pembelian saham berpotensi mencapai Rp 3,84 triliun atau setara RM 871 juta. Harga saham BNGA hingga pukul 10.30 WIB naik 1,74% di level Rp 1.755 per saham pada Kamis (22/10/2026). Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News