KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) menargetkan peningkatan kontribusi pembiayaan modal kerja pada 2026, seiring harapan membaiknya kondisi pasar dan peluang ekspansi sektor produktif. Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman mengatakan, pada 2026 CNAF menargetkan kontribusi portofolio atau piutang pembiayaan modal kerja sebesar 8,8% terhadap total target portofolio pembiayaan perusahaan yang dipatok mencapai Rp 8,47 triliun. “Untuk tahun 2026 mendatang, CNAF menargetkan kontribusi portofolio pembiayaan modal kerja sebesar 8,8% dari total target portofolio pembiayaan CNAF,” ujar Ristiawan kepada Kontan, Selasa (30/12/2025).
Baca Juga: Urun Dana Bizhare Pilih Perbaiki Kualitas Penerbit Dorong Kinerja di 2026 Sepanjang 2025, CNAF memanfaatkan berbagai peluang untuk mengoptimalkan penyaluran pembiayaan baru di sektor modal kerja. Namun, Ristiawan mengakui kondisi pasar yang menantang sepanjang tahun lalu membuat sejumlah pelaku usaha menunda ekspansi bisnis, sehingga turut menekan kinerja industri pembiayaan. Memasuki 2026, CNAF berharap geliat pasar dapat kembali membaik. Perusahaan pun menyiapkan diri untuk hadir sebagai penyedia solusi pembiayaan bagi pelaku usaha yang membutuhkan pendanaan modal kerja, mengingat sektor ini dinilai masih memiliki peluang pertumbuhan. Lebih lanjut, CNAF melihat segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu pendorong pertumbuhan pembiayaan modal kerja ke depan. Hal ini didukung oleh terbitnya POJK 46/2024 yang memberikan pelonggaran bagi perusahaan pembiayaan untuk menyalurkan pembiayaan modal kerja secara lebih optimal. “Dengan adanya pelonggaran aturan tersebut, di tahun 2026 mendatang CNAF akan memanfaatkan momentum ini untuk lebih agresif dalam menyalurkan pembiayaan sektor modal kerja,” jelas Ristiawan. Selain dukungan regulasi, CNAF juga mengandalkan digitalisasi proses pembiayaan sebagai keunggulan untuk mempermudah nasabah, baik dari sisi kemudahan transaksi, keamanan, maupun penyederhanaan dokumen. Adapun hingga November 2025, CNAF mencatat total penyaluran pembiayaan baru untuk modal kerja sebesar Rp 548 miliar. Nilai tersebut terkoreksi 19% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 678 miliar.
Baca Juga: Direktur Keuangan Kredit Plus Mengundurkan Diri Kontribusi pembiayaan modal kerja tercatat sekitar 6% dari total penyaluran pembiayaan baru CNAF yang mencapai Rp 8,49 triliun hingga November 2025. Penurunan tersebut salah satunya dipengaruhi oleh kondisi pasar yang belum stabil, sehingga pelaku usaha masih menahan ekspansi bisnis.
Di sisi industri, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan modal kerja industri multifinance per Oktober 2025 tumbuh 9,28% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 53,19 triliun, atau setara 10,53% dari total piutang pembiayaan industri multifinance.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News