CIMB Niaga Auto Finance Terapkan Sejumlah Strategi untuk Menjaga NPF Tetap Terkendali



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) menerapkan sejumlah strategi guna menjaga angka Non Performing Financing (NPF) tetap terkendali.

Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman menyebut pihaknya berupaya memperkuat proses underwriting dan analisis kredit calon nasabah yang lebih komprehensif.

"Dengan tetap melakukan reminder berkala atas kewajiban pembayaran angsuran nasabah sebagai bagian dari peningkatan kualitas portofolio," katanya kepada Kontan, Jumat (8/5/2026).


Baca Juga: KB Bank Memperkirakan Pengetatan Pembelian Dolar AS oleh BI Tak Berdampak Besar

Selain itu, CNAF juga melakukan strategi penyaluran pembiayaan yang selektif guna menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan di tengah tantangan perekonomian. Ristiawan juga melihat, industri multifinance kini mengutamakan aspek prudensial melalui penguatan kualitas portofolio. 

"Strategi itu juga diambil sebagai langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas bisnis di tengah ketidakpastian ekonomi," ungkapnya.

Sementara itu, Ristiawan mengungkapkan NPF CNAF per Maret 2026 berada di level 1,95%. Dia bilang angka itu masih berada pada level yang terjaga dan sesuai dengan risk appetite perusahaan. Adapun piutang pembiayaan CNAF tercatat senilai Rp 10,87 triliun per Maret 2026. 

Baca Juga: Bank Perlu Perbanyak Porsi Dana Murah Guna Menjaga Margin Keuntungan

Sebagai informasi, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, pertumbuhan piutang pembiayaan industri multifinance kembali melambat menjadi 0,61% Year on Year (YoY), dengan nilai Rp 514,09 triliun per Maret 2026. 

OJK juga mencatat, tingkat Non Performing Financing (NPF) gross multifinance meningkat jadi 2,83% per Maret 2026. Jika dilihat angka NPF yang dibukukan CNAF masih berada di bawah rata-rata industri multifinance.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News