CIMB Niaga Bidik Investor Muda, Siapkan Ekosistem Investasi Terintegrasi



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank CIMB Niaga Tbk terus memperluas ekosistem investasi untuk menjawab kebutuhan nasabah yang semakin beragam, termasuk dari kalangan generasi muda.

Direktur Consumer & Emerging Business Banking CIMB Niaga Noviady Wahyudi mengatakan, karakteristik investasi nasabah CIMB Niaga saat ini cukup beragam dan dipengaruhi oleh profil usia serta kebutuhan masing-masing nasabah.

Menurut dia, nasabah yang sudah mapan secara finansial cenderung memilih instrumen dengan tingkat imbal hasil yang lebih terukur dan stabil. Secara historis, kelompok nasabah ini banyak berinvestasi pada deposito dan obligasi.


Baca Juga: Transaksi Valas CIMB Niaga Tumbuh di Atas 20%, Didorong Nasabah Retail

"Typically starting point-nya itu nasabah yang suka return yang lebih terukur, lebih stabil. Karena berangkatnya dari nasabah deposito in the past," ujar Noviady di Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Ia menjelaskan, dalam spektrum investasi nasabah, deposito terstruktur dan obligasi menjadi instrumen yang cukup dominan. Khusus obligasi pemerintah, nasabah tidak hanya memperoleh pendapatan berupa kupon, tetapi juga berpeluang mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga obligasi.

"Kalau lagi turun, beli, kalau ditahan bisa dapat capital gain. Jadi bukan hanya dari coupon," katanya.

Selain mengembangkan dana, nasabah yang telah mapan juga mulai memperhatikan aspek proteksi dan warisan (legacy). Kebutuhan tersebut mencakup perencanaan keuangan untuk generasi berikutnya, termasuk anak dan cucu.

"Jadi banyak customer kami itu sudah memikirkan untuk proteksi dan legacy. Jadi sudah mikirnya bukan hanya memperkaya diri, tapi sudah ke generasi, ke anak dan cucu," jelas Noviady.

Di sisi lain, karakteristik investor generasi muda dinilai berbeda. Noviady melihat reksadana menjadi salah satu instrumen yang mulai diminati, termasuk karena memiliki variasi produk yang dapat memberikan eksposur terhadap instrumen ekuitas.

CIMB Niaga pun tengah melakukan pengembangan dan penjajakan kerja sama dengan perusahaan sekuritas untuk memperluas pilihan investasi bagi nasabah.

Menurut Noviady, segmen investor pada perusahaan sekuritas tersebut memiliki karakteristik yang berbeda karena banyak berasal dari kelompok usia muda, termasuk investor berusia di bawah 25 tahun.

Baca Juga: PPATK: Transaksi Kejahatan Perbankan & Pasar Modal Rp 1,21 Triliun di Semester I-2026

Karena itu, CIMB Niaga melihat peluang untuk mengintegrasikan berbagai layanan keuangan dalam satu ekosistem. Bank akan berperan sebagai integrator sehingga nasabah dapat melihat berbagai instrumen investasi dalam satu platform.

"Jadi dalam konteks ini kita yang in a way sebagai integrator. Di mana nasabah bisa melihat complete instrument," ujarnya.

Nantinya, berbagai aset nasabah seperti produk asuransi, asset management, saham hingga emas dapat terlihat dalam satu platform. Pengembangan tersebut menjadi salah satu alasan CIMB Niaga terus berinvestasi pada platform digital.

Selain mengembangkan ekosistem investasi, CIMB Niaga juga menyiapkan solusi yang lebih terintegrasi bagi pemilik usaha melalui program Private Boss atau Business Owner Smart Solution.

Noviady mengatakan, kebutuhan pemilik usaha berbeda dengan karyawan karena pemilik bisnis harus mengelola kebutuhan pribadi sekaligus kebutuhan perusahaan.

"Business owner itu punya kebutuhan yang sangat berbeda dengan kami-kami yang karyawan. Karena dia harus mengurusi ada kebutuhan pribadi dan juga ada kebutuhan bisnis," katanya.

Melalui solusi tersebut, CIMB Niaga ingin menggabungkan layanan bagi pemilik usaha sebagai individu dan keluarga, sekaligus kebutuhannya sebagai pemilik bisnis dan kebutuhan karyawannya.

Untuk mendukung pendekatan tersebut, CIMB Niaga telah menyelesaikan penerapan konsep One Client Relationship Manager di cabang-cabang perseroan.

Dengan konsep ini, nasabah pemilik usaha tidak lagi harus berhubungan dengan beberapa orang berbeda untuk memenuhi kebutuhan pribadi, keluarga, maupun bisnisnya. Seluruh kebutuhan tersebut dapat ditangani oleh satu relationship manager.

"Yang menangani kebutuhan tersebut untuk pribadi dan family maupun untuk perusahaan dan karyawannya orang yang sama," jelas Noviady.

Menurut dia, pendekatan tersebut juga memungkinkan CIMB Niaga memberikan penawaran harga yang lebih sesuai kepada nasabah. Sebab, bank melihat nasabah berdasarkan keseluruhan hubungan (relationship), bukan hanya berdasarkan masing-masing produk.

"Kita mencoba melihat nasabah itu bukan lagi dengan hanya masing-masing produk, tapi karena kita melihat keseluruhan, kita bisa pricing better. Karena kita melihat keseluruhan relationship," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News