KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) mencatat penurunan laba bersih pada sembilan bulan pertama 2026. Penurunan laba terjadi seiring menyusutnya pendapatan bunga bersih dan meningkatnya beban pencadangan. Mengutip laporan keuangan pada Keterbukaan Informasi BEI pada Rabu (28/10/2026), CIMB Niaga membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp 4,5 triliun, turun 15,5% secara tahunan atau year on year (YoY) dibandingkan Rp 5,33 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Laba operasional CIMB Niaga juga turun 12,6% YoY menjadi Rp 5,75 triliun dari Rp 6,58 triliun. Sementara itu, pendapatan bunga bersih menyusut 2,2% YoY menjadi Rp 9,86 triliun dari Rp 10,08 triliun. Baca Juga: Kredit Permata Bank Tumbuh 10,1% hingga Kuartal III 2026 Dari sisi beban, biaya kerugian penurunan nilai aset keuangan (impairment) meningkat 88,4% YoY menjadi Rp 2,37 triliun, dibandingkan Rp 1,26 triliun. Meski demikian, kualitas kredit CIMB Niaga membaik. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross turun menjadi 1,81% per September 2026, dari 1,98% pada periode yang sama tahun lalu. NPL net juga membaik menjadi 0,73% dari 0,80%. Penyaluran kredit konsolidasian CIMB Niaga tercatat sebesar Rp 193,14 triliun per September 2026, naik 13,3% yoy dari Rp 170,43 triliun.
CIMB Niaga Catat Laba Bersih Rp 4,51 Triliun Pada September 2026
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) mencatat penurunan laba bersih pada sembilan bulan pertama 2026. Penurunan laba terjadi seiring menyusutnya pendapatan bunga bersih dan meningkatnya beban pencadangan. Mengutip laporan keuangan pada Keterbukaan Informasi BEI pada Rabu (28/10/2026), CIMB Niaga membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp 4,5 triliun, turun 15,5% secara tahunan atau year on year (YoY) dibandingkan Rp 5,33 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Laba operasional CIMB Niaga juga turun 12,6% YoY menjadi Rp 5,75 triliun dari Rp 6,58 triliun. Sementara itu, pendapatan bunga bersih menyusut 2,2% YoY menjadi Rp 9,86 triliun dari Rp 10,08 triliun. Baca Juga: Kredit Permata Bank Tumbuh 10,1% hingga Kuartal III 2026 Dari sisi beban, biaya kerugian penurunan nilai aset keuangan (impairment) meningkat 88,4% YoY menjadi Rp 2,37 triliun, dibandingkan Rp 1,26 triliun. Meski demikian, kualitas kredit CIMB Niaga membaik. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross turun menjadi 1,81% per September 2026, dari 1,98% pada periode yang sama tahun lalu. NPL net juga membaik menjadi 0,73% dari 0,80%. Penyaluran kredit konsolidasian CIMB Niaga tercatat sebesar Rp 193,14 triliun per September 2026, naik 13,3% yoy dari Rp 170,43 triliun.